Ekonomi

Bibit Jagung KoBi Berpolemik, Ini Kata GP Ansor

Mataram, Talikanews.com – Bagaikan air jernih yang mengalir kemudian ternodai. Sepenggal kata itu di ibaratkan terhadap Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang kini terusik lantaran siasat buruk segelintir oknum di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan bibit jagung bagi petani yang selama ini disambut baik, kini menjadi citra buruk dikalangan masyarakat dan pemangku kepentingan. Bagaimana tidak, mencuatnya pemberitaan dari media online di Kota Bima tentang pernyataan seseorang bernama Lukman yang mengaku sebagai perwakilan dari GP Ansor dalam hearing bersama DPRD dan Dinas Pertanian.

Sontak mematahkan hubungan baik antara Pemda dengan GP Ansor selaku pelaksana pendistribusian bibit jagung nasional. Kondisi inipun membuat Wakil Koordinator Jagung Nasional PP GP Ansor, Muhammad Yusuf Mansur angkat bicara.

Yusuf Mansur membeberkan ikhwal kerjasama pengadaan bibit jagung yang selama ini terjalin baik. Namun sungguh mengherankan bagi dirinya, ketika munculnya statemen yang memfitnah GP Ansor menarik keuntungan dalam pendistribusian bibit jagung bagi petani tersebut. Ia bahkan berasumsi jika kemungkinan pihak Dinas Pertanian Kota Bima yang bermain.

“Pengadaan jagung tahun 2018 ini malah kita tambah kuota untuk menjadikan NTB sebagai lumbung jagung nasional. Kerjasama pengadaan bibit jagung kami terdapat pada Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu. Titik tersebut tidak ada permasalahan, namun di Kota Bima ini kok jadi masalah sekarang. Entah siapa yang bermain, namun kami yang kena getahnya. Masalah ada pada Dinas sepertinya ini, dibuat seolah kami yang menarik keuntungan olehnya,” ujar Yusuf, Jumat (16/11),

Dia mengaku, merasa cukup tenang karena sebelumnya berjalan dengan profesionalisme, GP Ansor mengawal nawacita dari Presiden RI Joko Widodo tentang membangun negara dari Desa dan masyarakat pinggir. Mendistribusikan bibit Jagung dalam upaya meningkatkan produktifitas untuk ketahanan pangan dan bahkan memenuhi nilai expor ke Luar Negeri.

Yusuf Mansur menilai, pihaknya saat ini dijadikan sebagai pelarian dari carut marutnya proses administrasi Dinas Pertanian Kota Bima yang tak bisa diselesaikannya. Upaya untuk menjadikan GP Ansor sebagai tumbal itupun, terus digaungkan melalui media, guna memperkuat alibi dan menggiring opini bahwa GP Ansor lah yang harus bertanggungjawab atas setiap kesalahannya.

“Dugaan ada permainan Dinas Pertanian Kota Bima. Seolah-olah GP Ansor menarik pungutan dari bantuan stimulan bibit jagung tersebut. Ada oknum yang dijadikan tameng untuk memuluskan siasatnya, kemudian GP ansor dijadikan alat untuk memperkeruh administrasi pelaksanaan distribusi bibit oleh Dinas . Hal ini bagi kami sangat tidak manusiawi, dilakukan untuk mengaburkan kebobrokan urusan Dinasnya,” tegas dia.

Yusuf bahkan mempertanyakan keakuratan informasi portal berita online yang dijadikan Dinas sebagai acuan pembenaran. Hal itu menjadikan proses pendistribusian percepat upaya peningkatan pendapatan petani melalui sektor pertanian jadi tersendat.

Oleh Karenanya, ia meminta kepada portal berita online yang telah membuat citra buruk terhadap GP Ansor khususnya mengenai pendistribusian bibit jagung nasional, agar segera melakukan klarifikasi. Yusuf juga meminta perusahan media yang menaungi portal berita tersebut segera meminta maaf, dan mencabut pemberitaannya karena dianggap tidak berimbang juga tidak memenuhi unsur jurnalistik.

“Perusahaan media ini belum terdaftar di dewan pers, ulasan dalam beritanya tidak berimbang dan itu digunakan oleh dinas untuk membenarkan alibinya,” cetus dia.

Meski demikian Yusuf mengatakan, jika pihaknya tetap berkomitmen memberikan yang terbaik bagi petani guna mendukung program pemerintah untuk menjadikan NTB sebagai lumbung jagung nasional. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button