Politik

Politisi PAN Juga Atlet Karate Ini Berikan Dukungan Moril ke Baiq Nuril

Mataram, Talikanews.com – Dukungan terhadap terpidana kasus pelanggaran UU ITE yakni Baiq Nuril terus berdatangan. Kali ini legenda Atlet Nasional cabang olahraga karate Tommy Adrian Firman sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini sampaikan rasa keprihatinan terhadap kasus yang menimpa mantan staf honorer di SMAN 7 Mataram tersebut.

“Bentuk keprihatinan, malah saya siap Dukung Baiq Nuril untuk menemui Presiden,” ungkapnya, Jum’at (15/11).

Tommy menyampaikan rasa keprihatinannya dan berharap adanya penyelesaian yang terbaik sehingga persoalan yang di hadapi Baiq Nuril ada solusinya. Mantan anggota DPR RI yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dapil NTB dua (Lombok) melalui Partai Amanat Nasional (PAN) mempertanyakan keputusan MA yang memutuskan Baiq Nuril bersalah.

Padahal Pengadilan Negeri Mataram telah memutuskan Baiq Nuril tidak bersalah dan tidak terbukti menyebarkan atau mendistribusikan percakapan asusila kepala SMAN 7 Mataram Muslim, yang menjadi latar belakang munculnya dugaan pelanggaran UU ITE tersebut.

Terlebih dengan di kabulkannya kasasi Kejaksanaan Negeri Mataram oleh Mahkamah Agung akan memberi dampak psikologis yang luar biasa berat bagi Baiq Nuril.

Mantan juara World Karate Federation (WKF) ini juga meminta semua pihak untuk memperhatikan kasus yang menimpa Baiq Nuril.
Menurut Tommy Baiq Nuril semestinya di posisikan sebagai korban bukan malah menjadi pesakitan. Penerapan UU ITE yang tidak tepat ujar mantan atlit yang juga sebagai politisi ini akan memberikan preseden buruk terhadap penegakan hukum di Indonesia.

“Saya baca berita di berbagai media terkait kasus Baiq Nuril ini, saya rasa dia hanyalah korban bukan pelaku, PN jelas jelas memutuskan dia tidak bersalah, lantas apa dasar MA memutuskan Baiq Nuril bersalah, harus ada kajian mendalam terkait kasus Nuril ini,” paparnya.

Tommy juga mendukung upaya Baiq Nuril untuk menemui Presiden Jokowi dan meminta agar kasus nya di tinjau ulang.

“Saya dukung peninjauan kembali (PK) yang ingin di ajukan Baiq Nuril ke presiden, kita berharap usahanya di kabulkan presiden,” pungkasnya.

Baiq Nuril di putuskan melanggar pasal 27 UU ITE. Dalam amar putusan kasasi MA menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dan denda 500 juta serta subsider tiga bulan kurungan penjara.(TN-04)

Tags

Related Articles