Pariwisata

Sepenggal Pepatah Untuk Pengurus BPPD Dari Wakil Ketua DPRD NTB

Mataram, Talikanews.com – Kisruh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB yang tak kunjung usai membuat salah satu Wakil Ketua DPRD NTB, TGH Mahally Fikri lantunkan pepatah bentuk sendiran agar, kisruh segera usai. “Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus”.

Dia menyampaikan sepenggal pepatah itu supaya pengurus tidak lagi berpolemik, terkait ketua BPPD NTB mencalonkan diri pada legislatif 2019.

“Disini dan saat ini keikhlasan mereka sedang diuji dihadapan publik. Dimana, DPRD akan mendukung sikap tegas pihak – pihak yang peduli terhadap BPPD,” ungkapnya, Selasa (12/11).

Menurut Politisi Demokrat itu, pokok masalah sebenarnya bukan pada Nyaleg atau tidaknya sang ketua BPPD. Namun, pada ketidak berterimaan mayoritas pengurus BPPD itu sendiri terhadap sosok ketua.

“Sangat tidak bijak dan naif bila dalam kebersamaan kita saling memaksa. Sang ketua memaksa agar dia tetap diterima, sedangkan para anggota memaksa agar ketua lengser dari posisinya,” kata dia.

Dengan adanya kisruh itu, sungguh tidak ada keindahan dan keberkahan dalam hidup yang saling menista dan mempermalukan. Terlebih, akibat kisruh tersebut, beberapa anggota DPRD NTB justru mengancam bekukan anggaran BPPD.

“Ya, tapi kalau anggaran itu kan hubungannya dengan kinerja. Saya setuju kalau memang BPPD tidak bisa berjalan dengan baik dan berbuat maximal untuk kemajuan pariwisata kita, supaya anggarannya ditahan atau dibekukan,” ujarnya.

Dia menegaskan, saat ini mereka dituntut bersikap dewasa dan bijak dari semua pengurus BPPD. Sehingga, perlu mencari titik temu yang mengedepankan sikap saling menghargai, saling memuliakan dan awali dengan saling memaafkan.

“Mulailah lembaran baru, jangan menengok kebelakang dan sepenuhnya menatap kedepan, jemput kemenangan dengan saling menguatkan. Sadarilah kerja – kerja BPPD itu kerja team, kolektif koligial. Tidak bisa ketua sendiri dan apa lagi masing – masing pengurus berjalan sendiri – sendiri,” pesan dia.

Dengan demikian, harus segera diakhiri dan selesaikanlah dengan sebaik – baiknya oleh BPPD sendiri.

“Apa tidak malu jadi tontonan dan cemoohan masyarakat bila BPPD tidak dapat mengerjakan tugasnya karena sibuk berpolemik dan saling mempermalukan?,”sentilnya.

Mahally menyarankan bukan hanya kepada Fauzan Zakaria selaku ketua BPPD. Akan tetapi, kepada semua pengurus supaya segera menjalankan tanggung jawabnya dengan bekerja sebaiknya dan sesegera mungkin untuk kemajuan dunia pariwisata.

Sudah tidka zaman dan memalukan bila sebuah Badan atau Lembaga yang menjadi sarana pengabdian diri, pengurusnya sibuk berpolemik dan berkomplik hanya karena jabatan ketua. Inilah hal atau pertanyaan yang harus dijawab dengan mengakhiri polemik yang sangat tidak bermanfaat itu.

“Sikap ambisius setiap diri tenggelamkan dalam kolam kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat dengan kemajuan dunia pariwisata kita,” tegasnya.

Kalau mereka tetap ngotot dan melanjutkan kisruh kompliknya, juga bertahan dengan ego masing – masing, lanjut ketua Partai berlambang Mercy NTB itu, sebaiknya Pemerintah segera bersikap tegas dan mempertimbangkan kelanjutan kepengurusan BPPD ini. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button