Daerah

Diguyur Hujan dan Penyakit, Korban Gempa Loteng Tagih Janji Pemerintah

Lombok, Tengah, Talikanews.com – Ratusan korban gempa yang berasal dari Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara mendatangi Kantor DPRD Lombok Tengah, untuk menagih janji pemerintah pusat maupun daerah terkait dana stimulan seperti yang dijanjikan.

Selaku koordinator aksi, Munawir Haris menyampaikan keluhannya bahwa, sampai saat ini bantuan untuk korban gempa yang dijanjikan pemerintah pusat dan daerah belum direalisasikan.

“Sudah tiga bulan kami tidur berpanas-panasan dan kehujanan di bawah tenda yang terbatas. Anak-anak sudah mulai terserang penyakit. Pemerintah terkesan tidak peduli kondisi masyarakat. Begitu halnya dengan wakil rakyat yang tidak peduli keadaan korban gempa. Selama ini hanya janji saja, ” ungkapnya Senin (12/11).

Akibat janji itu, kini masyarakat sudah tidak percaya lagi karena, yang dibutuhkan adalah realisasi dari semua janji seperti dana stimulan dan huntara karena saat ini sudah mulai musim penghujan.

“Saya dan semua korban gempa yang masih berada di tenda pengungsian kepanasan lebih-lebih sekarang di musim hujan, kami kedinginan dan sudah mulai ada yang terkena penyakit kolera,” kata dia.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Lombok Tengah H Ahmad Puaddi dihadapan korban gempa mengaku sedih mendengar pengakuan para korban gempa. Ia berjanji akan mengawal bersama program yang dijanjikan pemerintah.

“Saya terharu sama aksi damai yang disampaikan, Insya Allah saya bersama 45 orang anggota DPRD Lombok Tengah akan terus menperjuangkan apa yang jadi tuntutan warga supaya bantuan ini cepat diresialisasikan,” janjinya.

Yang jelas lanjutnya, Dewan sudah anggarkan Rp 5,2 miliar untuk huntara bagi korban gempa. Bentuk peduli dirinya bersama anggota lainnya siap turun kelokasi untuk meninjau korban gempa bila di perlukan, tapi ingat jangan menilai kedatangan itu untuk berkampanye.

Disatu sisi, Kepala BPBD Lombok Tengah Dr. Muhammad menyampaikan, hasil verifikasi dari Dinas Perkim Kabupaten Lombok Tengah yakni jumlah terdampak 25.007 kepala keluarga, yang mana terbagi dari rumah rusak berat 2884, rusak sedang 5639 rusak ringan 16.484 dan sebanyak 60 Pokmas sementara yang sudah mencairkan sebanyak 30 pokmas dengan pilihan yakni Risha, Rico Dan Rika.

“Kita sudah mendata Perumahan yang harus dibuat dengan dana bantuan tersebut yakni RISHA, RICO dan RIKA,” tutupnya. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button