Nasional

Wapres: Pembangunan Rumah Korban Gempa Lombok-Sumbawa Harus Dipercepat

Mataram, Talikanews.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kembali memenuhi janji untuk mengunjungi korban gempa bumi Lombok – Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari Minggu (4/11).

Kedatangan sapaan JK bersama rombongan menggunakan pesawat kepresidenan, tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pukul 13.05 WITA, disambut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Pangdam UX/Udayana, Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Pangkogasgabpad beserta sejumlah pejabat lainnya.

Orang nomor dua di Republik Indonesia ini datang untuk rapat koordinasi dengan seluruh jajaran terkait di Provinsi NTB pastikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa berjalan lancat.

Setiba di Mataram, JK langsung kunjungi lokasi terdampak gempa tepatnya di Desa Pengempel Indah, Kelurahan Bertaun, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, untuk melihat secara langsung progres pembangunan Rumah struktur Rumah Instan Sederhana Sehar (Risha), Rumas Instan Kayu (Rika) dan Rumah Instan Convensional (Rico). Dilanjutkan ke SMPN 6 Mataram yang sebelumnya sempat di instruksikan Joko Widodo tentang rehabilitasi harus cepat tuntas.

Usai rapat di ruangan Gubernur, JK mengatakan, sudah mendengarkan laporan dari tim percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa. Oleh sebab itu, dirinya mengambil kesimpulan bahwa, ingin cepat percepatan pembangunan baik perumahan dan fasilitas umum pasca gempa bumi.

Untuk mencapai itu semua, harus dilipat gandakan termasuk aplikator pembuatan fanel tiang beton rumah Risha. Dengan demikian, diminta kepada para pengusaha lokal dan pengusaha BUMN untuk membantu masyarakat.

Dia mengaku, proses pembangunan sedang berjalan, karena konsepnya berjalan 3 bulan. Untuk persiapan pembangunan sendiri, tadi sudah di mulai, indiktor kelompok masyarakat harus siap bagaimana mendidik masyarakat, yang nantinya didampingi Kementerian PUPR dan Gubernur NTB.

Disinggung soal ditariknya anggota Komando Tugas Gabungan Terpadu yang banyak membantu masyarakat? JK menegaskan, pembangunan rumah korban gempa itu harus kerja bersama dengan konsep gotong royong.

“Itulah disebut kelompok masyarakat dan saat ini sudah masuk periode pembangunan. Kasian Tentara sudah bekerja keras, berarti harus ditarik. Kalau urusan batu ya tukang batu, masak diserahkan ke Tentara, Masyarakat harus siap lah,” ungkapnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button