Nasional

Hanya Dua Risha Terbangun Selama 3 Bulan

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah terus mendorong agar Rumah bagi korban gempa bumi Lombok – Sumbawa segera terbangun dan bisa ditempati. Hanya saja, pasca gempa dan adanya proses rehabilitasi dan rekonstruksi tiga bulan terakhir, hanya 2 rumah bisa terbangun.

Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan PUPR, Ahmad Ghazali Atman membenarkan 2 rumah sudah siap pakai yang merupakan program pemerintah bagi korban gempa Lombok-Sumbawa. Adapun lokasinya yakni, satu di Lombok Barat dan satunya lagi di Lombok Timur.

“Kendalanya adalah aplikator pembuat panel beton Risha. Saat ini sebanyak 23-an aplikator atau penyedia bahan panel untuk menyediakan kebutuhan masyarakat itu,” ungkap usai rapat koordinasi bersama Wakil Presiden RI, di Kantor Gubernur NTB, Minggu (4/11).

Dia mengaku, ada beberapa warga mau jadi aplikator, dari Kementerian PUPR justru memberikan kesempatan alias tidak ada masalah. Tinggal bersangkutan pesan cetakannya.

“Ini kan sama dengan buat batako, tapi nanti tulangannya kita ajarin, tata cara pencampuran beton juga diajarin, kalau perlu kita tungguin, tapi yang paling perlu adalah cetakannya dulu karena kan harus ada cetakan tidak bisa pakai tangan,” kata dia.

Bagaimana dengan target rumah itu harus jadi sampai Desember? Dia memaparkan soal target bahwa, akan dorong, BUMN untuk menyediakan alat percetakan. Malah, ada beberapa perusahaan sudah buat pabrik di sini, hal itu yang terus didorong supaya mereka bisa meningkatkan kapasitas pembangunannya

“Kalau misalnya satu aplikator atau BUMN bisa buat 10 fanel per hari, kan sudah tercapai target itu. Sekarang jumlah aplikator 23 orang. Kepala Dinas PU KLU bilang, bisa buat 100 rumah per hari, malah bilang tidak usah pakai izin,” papar dia.

Adapun kebutuhan fanel per rumah sebanyak 138 fanel. Dimana target per hari sebanyak 420 fanel. Dia menuturkan jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 75 ribu, seandainya separuh dari angka itu mau pakai Risha, berarti sekitar 37 ribu rumah dibagi dengan 400 rumah per hari maka akan diperkirakan selesai pembangunan 4-5 bulan.

Ghazali menambahkan, kemarin data real sebanyak 40 rumah bisa dituntaskan per hari, yang sudah dihuni baru dua rumah berada di Lotim dan Lombok Barat, sedangkan yang sudah naik ke atas panel sekitar 30-an lebih.

“Intinya Panel Risha, nanti teman pokmas diarahkan fasilitator bertemu produsen atau penjual, bagi yang mau pesan,” tutupnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button