Nasional

Ini 3 Pesan Kapolri Untuk Keamanan Negara di Mukernas VI BEM PTNU se-Nusantara

Lombok Barat, Talikanews.com – Para Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama (PTUN) se-Nusantara menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), di Asrama Haji, Lombok Barat. Kegiatan itu bertema konseptualisasi islam nusantara dengan prinsip moderatisme sebagai penangkal instrumen radikalisme.

Kegiatan itu mestinya akan dihadiri Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Tito Karnavian. Hanya saja, berhalangan yang diwakili Kepala Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri, Komisaris Jendral Pol Luthfi lubihanto.

Dalam penuturan Jendral Pol Luthfi lubihanto, menyampaikan 3 pesan pak Kapolri, tanamkan kesabaran dengan memperhitungkan resiko dalam arti, janga sesali dikemudian hari. Kemdudian, berusaha tingkatkan ketaqwaan, dan kembangkan ilmu pengetahuan.

“Salam Pak Kapolri tidak bisa hadir di tengah mahasiswa-mahasiswi. Padahal materi yang akan dipaparkan sudah siap. Kalau pun beliau tidak hadir, sudah diwakilkan ke saya,” ungkapnya, Jumat (2/11).

Dia mengatakan, saat ini ada pergeseran nilai dan budaya berkaitan aspek toleransi sehingga keamanan mulai berkurang.
Dimana, ada oknum yang sengaja ingin merusak persatuan. Oleh sebab itu, diharapkan kepada semua masyarakat terutama generasi muda seperti Mahasiswa, ketika menerima informasi agar perlu diwaspadai terlebih dahulu. Apalagi informasi itu didapat dari medsos.

“Saya yakin, keberadaan mahasiswa yakin akan mampu menjaga kondusifitas keamanan. Kita butuh upaya dalam hal melakukan pencegahan,” kata dia.

Luthfi memaparkan, hasil penelitian menggambarkan ada beberapa vakultas akademisi yang persoalkan ideologi negara dan memilih ideologi yang lain, juga mengabaikan sifat toleran. Padahal belum diketahui kebenaran dan niat baiknya.
Saat ini, Polri diberikan tugas menjamin keamanan masyarakat, melayani dan mengayomi. Terlebih akan adanya pemilu 2019, Polri wajib menjamin keamanan, masyarakat.

“Saat ini, yang terus kita dipecahkan adalah hoax dan black Campin,” tuturnya.

Dalam hal membangun toleransi mencegah hoax harus koordinasikan dengan lembaga terkait.

“Kita akan lakukan koordinasi itu, karena masyarakat membutuhkan keamanan dan kenyamanan. Semua itu bisa dilalukan jika ada dukungan semua pihak, tidak lepas dari para generasi muda mahasiswa dan mahasiswi,” tutupnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button