Daerah

Tuntut Keadilan, Warga Desa Aik Berik Datangi Kejari Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Puluhan masyarakat Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng), datangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya untuk menuntut keadilan pada Kamis (1/11) pukul 10.00 wita.

Keadilan yang dimaksud, mendesak Aparat Penegak Hukum di Kejari Praya tuntaskan penanganan dugaan korupsi APBDes Aik Berik Tahun 2017. Dimana, kuat dugaan penyalahgunaan APBDes yang menelan kerugian Rp 800 juta. Malah, dugaan ini telah dilaporkan sejak bulan April 2018 namun, belum ada kejelasan.

“Kami minta kejelasan laporan yang pernah dilayangkan masyarakat, apakah sudah ditindaklanjuti atau tidak,” ungkap Andra.

Dia mengatakan, kehadiran masyarakat di Kejari ini tidak ada kaitannya dengan politik, karena Laporan dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa setempat itu sudah dilayangkan bulan april 2018 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak kejaksaan Negeri Praya.

“Kami hanya ingin tuntut keaslian. Jangan “PHP”, kalau benar serius maka pasti turun investigasi,” kata Mutiadi yang kerap disapa Andra.

Senada disampaikan Zaenul. Dalam kasus yang dilaporkan itu pihak inspektorat menemukan kerugian negara dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Rp 145 Juta dari empat kegiatan, belum lagi dari kegiatan lainya yang tidak direalisasikan.

“Jangan berdalih lain, LHP jelas, sehingga kami minta APH segera bekerja,” ujar dia.

Adapun kegiatan yang belum direalisasikan itu seperti Rabat jalan dusun seganteng dengan nilai anggaran Rp 60 juta, anggaran belanja komputer Rp 19 juta, Operasional BPD Rp 21 Juta, dan Pembangunan sarana dan prasarana Kantor Desa Rp 123 juta.

Selain itu juga, beberapa kegiatan lainnya yang diduga tidak direalisasikan yakni Anggaran sarana dan prasarana Posyandu Rp 70 juta, dan honor kader posnyandu Rp 30 juta.

“Sebelum kami datang ke Kejari, kantor desa itu sudah disegel warga,” tuturnya.

Terkait hal itu, Kasi Barbuk dan Rampasan Kejari Praya, Edi Tanto Putra mengatakan, persoalan kasus dugaan korupsi ini sedang proses penanganan pengumpulan keterangan dari beberapa saksi. Kasus ini sudah dianalisa, dan tidak akan berhenti perkaranya sampai disini. Karena penanganan kasus korupsi membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

“Kami akan dalami kasus ini, namun masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi,” ujar dia.

Menyinggung hasil audit inspektorat, tidak bersifat baku, laporan itu tetap tindaklanjuti. Oleh sebab itu, ia meminta dukungan penuh dari masyarakat. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button