Daerah

Tak Puas Jawaban Pemda Loteng, Warga Labulia Ngadu Ke DPRD

Lombok Tengah, Talikanews.com – Puluhan masyarakat Desa Labulia Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, mengadu ke perwakilannya yang ada di Kantor DPRD. Mereka kesana lantaran tidak puas dengan jawaban pemerintah daerah terkait hasil pemilihan kepala desa serentak tanggal 24 Oktober lalu.

Dimana, dari 96 Desa yang menggelar pesta demokrasi, sebanyak 27 mengajukan pengaduan karena ada dugaan permainan oknum panitia. Khusus Desa Labulia, malah merasa di zholimi.

Selaku korlap, Mustain menyampaikan, kedatangannya untuk meminta sikap DPRD terhadap proses pilkades yang diduga cacat hukum.

Calon Kades nomor urut 5 ini menegaskan, minta dukungan politik pada wakil rakyat agar di lakukan pemilihan ulang atau penghitungan ulang karena banyaknya surat suara batal kurang lebih 1.940 surat suara batal karna coblos simetris.

Mustain mengancam, jika tuntutannya dan hak politiknya tidak di akomodir maka masyarakat Desa Labulia tidak segan-segan untuk melakukan penyegalan kantor desa.

“Jika tuntutan ini tidak segera di tanggapi, saya akan segel kantor Desa,” ancamnya Rabu (31/10).

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Loteng, Ahmad Ziadi mengatakan, masalah coblosan simestris ini terjadi pebedaan pendapat didesa lain ada yang disahkan dan ada yang tidak disahkan.

Jika di teliti dengan seksama maka tidak mungkin masyarakat akan mencoblos 2 kali, namun sekarang persoalan tersebut sedang dibahas oleh Tim penyelesaian sengketa pilkades.

“Saya harap warga bersabar menunggu kerja Tim penyelesaian sengketa Pilkades, pemerintah harus berani menindak yang melanggar aturan dan jangan ada kepentingan politik dalam mengambil keputusan,” tutupnya.(TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button