Daerah

Pemkab Dompu Rilis Pelamar CPNS Lolos Administrasi, Ini Imbauannya

Dompu,Talikanews.com – Pemerintah Kabupaten Dompu secara resmi mengeluarkan pengumuman pelamar CPNS 2018 yang lulus secara Administrasi, pada Jumat (26/10). Dari 4.754 orang pelamar, sebanyak 361 orang yang dinyatakan tidak lulus akibat syarat yang diajukan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Artinya, sebanyak 4.213 orang dinyatakan lulus bahan administrasinya.

Para pelamar yang dinyatakan lulus administrasi bisa melihatnya secara manual di beberapa titik yang telah ditentukan sesuai dengan jenis jurusan seperti di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) untuk Tenaga Pendidikan dan di Dinas Kesehatan untuk tenaga kesehatan.

Sementara untuk keseluruhannya bisa langsung ke kantor BKD Dompu yang sudah ditempel. Bisa juga dilihat atau di akses melalui website Kabupaten Dompu dan BKN.

“Hanya satu yang ditekankan dan menjadi peringatan penting. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus administrasi, acara tidak termakan janji Oknum calo. Karena proses rekrutmen dilakukan secara murni dan transparan,” ungkap Kepala BKD Dompu, Ir Ruslan.

Dia mengatakan pelamar yang tidak lolos bahan administrasinya merupakan pelamar yang tidak memperhatikan bahan yang diajukan sehingga Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Ada juga pelamar yang kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan permintaan pemerintah.

”Ada dua tahap Ferivikasi yang dilakukan Panitia Seleksi Daerah (Panselda), yakni ferivikasi berkas manual dan ferivikasi bahan onlinenya. Yang tidak lolos itu pelamar yang salah mengupload transkip nilai, ada yang menggunakan ijazah orang lain,” bebernya.

Yang paling banyak adalah Ketidaksesuaian dengan kualifikasi pendidikan yang diminta, dengan kualifikasi pendidikan pelamar. Misalnya pendidikan Guru Olahraga harusnya S1 Penjaskes. Banyak yang tidak sesaui dengan yang diminta.

Akibat kelalaian tersebut, membuat bahan administrasi pelamar tidak berhasil lolos. Sementara untuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak menjadi pertimbangan sebagai syarat lolos atau, tidaknya pelamar. Pasalnya IPK bukanlah menjadi patokan seseorang agar mampu bekerja, akan tetapi keahliannnya pada bidang pekerjaannya yang dilihat.

“IPK tidak terlalu diperhatikan oleh BKD, pasalnya kalau dilihat itu akan banyak yang kecewa. IPK tidak menjamin, yang menjamin dia adalah keseriusannya dalam bekerja,” ujarnya.

Setelah mengetahui kelulusan bahan administrasi ini, pelamar diharapkan untuk terus mengikuti perkembangan informasi.

”Selanjutnya para pelamar agar terus mengikuti perkembangan informasi baik di website BKN maupun website resmi Kabupaten Dompu dan informasi-informasi di Dinas terkait,” harapnya.

Mantan Kepala Bappeda ini mengatakan, panitia Seleksi Daerah (Panselda) belum merilis jadwal ujian tes bagi CPNS yang lolos bahan administrasi. Pasalnya jadwal yang dikeluarkan oleh BKN merupakan jadwal yang tentatif. Meski begitu, Panselda telah merencakan jadwal pelaksanaan yang akan berlangsung pada awal bulan November 2018 mendatang.

”Kami akan menghadiri rapat teknis pada tanggal 29 Oktober 2018 mendatang di BKN Regional VIII Denpasar Bali. Dalam rapat itu rencananya akan dibahas mengenai jadwal ujian dan segala teknis pelaksanaannya. Pasalnya, berdasarkan rencana dalam rapat terbatas tadi malam, akan dilaksanakan mulai tanggal 4-15 November 2018 mendatang. Lokasi pelaksanaannya di pusatkan di SMKN 1 Dompu,” terang dia.

Pada ujian atau tes nanti, Panselda akan memberlakukan sistim sift atau sesi bergilir. Dalam sehari ada empat sesi, masing-masing sesi ada 100 orang yang mengikuti tes. Sehingga dalam sehari ada 400 orang ikut tes.

“Rencanannya tes akan berlangsung selama 12 hari mulai dari tanggal 4-5 November. Dalam sehari ada 400 orang yang dites dengan sistim bergilir. Ada empat sesi nantinya, setiap satu kali sesi diikuti oleh 100 orang. Ini baru rencana, dan kita akan lihat perkembangan kedepan, semoga ini berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Dompu, Ardiansyah, SE, kembali menegaskan, dalam bursa seleksi CPNS ini dikhawatirkan akan muncul para calo-calo yang mengaku mampu mengantarkan pelamar menjadi PNS dengan meminta imbalan uang.

Pria yang akrab disapa simpe Dian ini, mengharapkan kepada para pelamar untuk mengikuti atau jangan sampai terpengaruh oleh calo-calo yang tidak bertanggungjawab jawab. Sebab kata dia, seleksi CPNS ini murni mengandalkan kepintaran pelamar sendiri dalam bidang ilmu yang dimiliki sesuai dengan format permintaan pemerintah.

“Disini tidak ada calo, kalau ada jangan percaya. Ini murni mengandalkan kepintaran sendiri dan jika ada calo harap langsung dilaporkan. Jangan sampai tindakan pelamar yang mengikuti pengaruh calo merugikan diri sendiri,” pungkasnya. (TN-05)

Tags

Related Articles

Back to top button