Daerah

Ribuan Umat Muslim NTB Aksi Bela Tauhid Ke Polda NTB

Foto: Massa aksi bela kalimat tauhid di MataramĀ 

Mataram, Talikanews.com – Ribuan umat muslim di Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar aksi unjuk rasa bela tauhid ke Polda NTB, untuk mendorong Aparat Penegak Hukum (APH), memproses pelaku pembakar bendera yang bertulisan kalimat Tauhid. Sebelum ribuan massa itu menuju ke Polda, mereka melakukan sholat Jumat di Islamic Center.

Wakil Panglima Laskar Mujahidin, Taufan Iswandi menyampaikan, kalimat tauhid adalah milik umat muslim. Siapa pun yang mau menggunakannya sangat dipersilahkan. Akan tetapi, yang sangat disayangkan ada aksi pembakaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dia menegaskan, kalimat tauhid yang tertulis di bendara itu sangat diyakini umat muslim sebagai syarat masuk islam dan syarat masuk surga.

“Kalimat yang diagungkan oleh umat muslim di injak dan dibakar. Nah, saat ini, kami ingin tunjukkan kepada dunia bahwa masih ada pembela islam dan masih ada pembela kelimat tauhid,” ungkapnya, di Mataram Jumat (26/10).

Oleh sebab itu, sebagai umat muslim yang merasa telah dilecehkan keyakinan, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kapolda NTB, untuk sampai kepada jajaran lebih tinggi agar memproses pelaku pembakar bendera kalimat tauhid itu.

Ketika disinggung bahwa yang yang dibakar itu diduga bendera milik HTI? Bagi dia, kalau ada yang menyebut itu adalah milik HTI, merupakan stateman oknum yang ingin memprogandakan sesama organisasi islam.

“Yang jelas, bendera yang dibakar itu adalah kalimat tauhid. Tidak ada bertulisan HTI melainkan kalimat tauhid,” tegasnya.

Sekali lagi lanjutnya, meminta kepada aparat penegak hukum supaya tangkap pelaku karena telah membakar bendera umat islam bukan milik HTI.

“Massa yang hadir ini dari berbagai elemen organisasi masyarakat, saya tidak bisa menghitung jumlahnya, silahkan diperkirakan saja,” kata dia.

Bagaimana dengan adanya aksi pembakaran dikaitkan dengan tahun politik? Bagi Taufan Iswandi, aksi dan tuntutan ini tidak ada kaitan apalagi urusan dengan tahun politik, terlebih Pilpres.

“Yang kami urus adalah bendera umat islam. Kami mewakili jutaan umat islam merasa direndahkan dengan cara membakar kalimat tauhid itu. Sehingga, aparat penegak hukum, harus proses hukum pelaku,” ujar dia.

Untuk diketahui, setelah ribuan massa itu sampai di Polda NTB. Sebanyak 12 orang dipersilahkan masuk selaku perwakilan untuk bertemu Kapolda, dalam rangka sampaikan tuntutan.

Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Achmat Juri SH menyampaikan, kedatangan mereka untuk sampaikan aspirasi dan langsung diterima.

“Kita ini tidak bicara Jawa Barat, lokasi kejadian pembakaran bendera itu. Sehingga, harus bicara NTB,” kata dia

Soal dorongan massa agar pelaku ditangkap? Pihaknya akan sampaikan ke atasan. Yang jelas, semua berjalan aman dan tertib, jaga NTB ini agar menjadi lebih baik karena NTB sudah mulai bangkit dan semakin kokoh.

“Mengenai dorongan massa, itu kan Amanah, jelas akan disampaikan kepada yang di amahkan yakni Kapolda Jabar,” tutupnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button