Daerah

Antisipasi Aksi Lanjutan, Bakesbagpoldagri NTB Kumpulkan Semua Tokoh

Foto: Beberapa pejabat stake holder, tokoh agama, masyarakat dan pemuda NTB

Mataram, Talikanews.com – Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, kumpulkan semua tokoh, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda untuk melakukan pertemuan bersama, demi mencegah aksi serupa yakni pembakaran bendera seperti di Alun-alun Limbangan, Garut Jawa Barat, pada Senin (22/10).

Pertemuan yang digagas Kepala Kantor Kesbangpoldagri NTB, HL Syafii bersama Danrem 162/WB, Kolonel (Czi), Ahmad Rizal Ramadhani, S.Sos, SH, M. Han, semata-mata untuk menyikapi suasana bangsa saat ini, menyusul terjadinya pembakaran bendera yang diduga mirip bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oleh oknum-oknum Banser pada perayaan Hari Santri Nasional.

“Kita sangat khawatir kasus ini merembet di daerah NTB. Itu lah sebabnya kita langsung sikapi, ” ungkap Kepala Bakesbagpoldagri NTB, H L Syafi’i, belum lama ini.

Selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof DrSyaiful Muslim, mengeluarkan beberapa pesan dan saran. Pertama, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat NTB, agar tetap menjaga keutuhan, ketentraman dan ketertiban masyarakat serta tidak berbuat hal-hal yang dapat merugikan bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019, perlu mewujudkan pelaksanaan pemilu yang damai, demokratis dan berintegritas serta tidak menyebarkan isu-isu negatif yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Ke Tiga, terkait dengan peristiwa pembakaran bendera diduga milik HTI di Garut, Jawa Barat, sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penegakan hukum.

Kemudian ke empat, mengingatkan kembali bahwa masyarakat NTBmasih dalam suasana duka terkait dampak gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Untuk itu perlu memperkuat semangat kebersamaan agar NTB bangkit kembali.

Selanjutnya poin ke Lima, dihimbau kepada masyarakat NTB, apabila menemukan indikasi permasalahan serupa, agar dapat dilaporkan kepada aparat keamanan TNI – Polri, dan kepada masyarakat diharapkan jangan main hakim sendiri, guna mencegah terjadinya konflik.

Dan Ke enam, meminta kepada aparat pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan berkembangnya berita hoax, dan ujaran kebencian di media sosial yang dapat merusak nilai kesatuan dan persatuan bangsa.

Enam point yang dibacakan tersebut kemudian ditanda tangani bersama oleh sejumlah tokoh mulai dari Ketua MUI NTB, H Syaiful Muslim, Ketua FKUB NTB, Drs. H Syahdan Ilyas, Ketua PW NU NTB, Prof Dr H Masnun, Danrem 162/WB, Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Drs. HL. Syafii.

Tidak hanya itu, ada Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) NTB, Tarwo Koesnarno, Ketua PHDI NTB, Drs. I Gede Mandra, M.Si, Ketua PGI NTB, Pendeta Victor Hutahuruk, Ketua Walubi NTB, I Wayan Sianto, Ketua Matakin NTB S. Wijanarko, Ketua Dekenat NTB, Romo Rolensius Mariyono PR, Sekertaris PW Ansor NTB, Irfan Suryadinata, Ketua Pemuda NW NTB Abdurrahman, Dir. Intelkam Polda NTB, Kombes (Pol) Drs. Soesilo, dari Kejaksaan Tinggi NTB, Muhammad Isnaini, SH dan dari pejabat Lanud ZAM Suprapto hingga dari pejabat Lanal Mataram Agung Setyono. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button