Nasional

Ini Janji Menko PMK Untuk Rumah Korban Gempa NTB

Foto: Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.

Mataram, Talikanews.com – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani optimis awal 2019, pembangunan rumah korban gempa bumi Lombok-Sumbawa tuntas. Sehingga, saat ini, pemerintah terus mempercepat proses pembangunan secara bertahap.

“Kalau pun bertahap, namun 2019 nanti InsyaAllah sebagian besar rumah sudah bisa terbangun,” ungkapnya, di Mataram Rabu (17/10).

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Lombok, NTB, berjalan lamban. Dari 146 ribu rumah yang rusak akibat gempa bumi Juli-Agustus lalu, hingga kini baru sekitar 10 ribu rumah yang sudah mendapatkan bantuan dana stimulan untuk membangun kembali.

Dari 10 ribu masyarakat penerima bantuan pun hingga kini baru sekitar 7.861 yang sudah bisa mencairkan dana di BRI dan siap membangun rumah kembali, lantaran mereka sudah membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Usai rakor, Puan Maharani menjelaskan, berdasarkan data lapangan, lambannya proses pencairan dana bantuan disebabkan persyaratan yang cukup banyak dan menyulitkan penerima bantuan.

“Saat ini sudah dipermudah, dari yang tadinya ada 17 persyaratan dan formulir yang harus dilengkapi (untuk pencairan), sekarang cukup satu lembar saja dan ditandatangani masyarakat,” kata Puan Maharani.

Puan menjelaskan, tiap rumah rusak berat akan mendapatkan bantuan stimulan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 Juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

“Dananya sudah ditransfer langsung ke rekening individu penerima bantuan. Tapi untuk pemanfaatan dan pencairannya harus dibentuk Pokmas atau Pokja masyarakat yang bisa mencairkan dana itu,” katanya.

Tugas Pokmas selanjutnya adalah bersama-sama membantu dan mencarikan solusi pembangunan rumah masyarakat. Apakah hendak menggunakan model Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) atau rumah konvensional.

Puan mengatakan, dengan kemudahan mekanisme pencairan bantuan ini diharapkan proses pembangunan rumah kembali bisa lebih cepat.

“Ini dilakukan bertahap, tapi sampai 2019 nanti InsyaAllah sebagian besar rumah sudah bisa terbangun,” katanya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang sudah menyederhanakan mekanisme pencairan bantuan korban gempa bumi di NTB.

“Kita apreasiasi kedatangan Menko PMK yang bikin segalanya jadi sangat lancar, dan ingin mempercepat proses NTB bangun kembali,” katanya.

Menurutnya, saat ini yang terpenting dana bantuan bisa cair dan masyarakat bisa kembali membangun rumah mereka tanpa terpaku harus dengan konsep Risha atau lainnya.

“Yang penting dana cair dan masyarakat bangun rumah, sehingga tidak lagi tinggal di tenda. Soal pilihan Risha atau Konvensional yang terserah mereka,” katanya.

Untuk diketahui, Menko Puan bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menggelar rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa Lombok, di kantor Gubernur NTB, di Mataram, Rabu (17/10)
Rapat dihadiri Kepala BNPB Wilem Rampangilei, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan para Bupati dan Walikota di NTB. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button