Pariwisata

Pariwisata Pantai Poto Poyang Akan Dijadikan Wisata Bahari

Foto: Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) ‘Poto Poyang’ bersama berbagai elemen masyarakat saat pengkajian pengembangan pariwisata

Sumbawa Barat, Talikanews.com – Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPeD) kembali menyelenggarakan Pengkajian Potensi Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat, Kali ini pengkajian dilakukan untuk pengembangan Kawasan Wisata Pantai Poto Poyang yang berada di Desa Dasan Anyar Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat.

Pantai Poto Poyang merupakan pantai berpasir hitam ini mempunyai panjang garis pantai 1,7 km. Pantai ini memiliki ombak yang tenang dengan dasar berpasir sehingga cocok untuk kegiatan wisata keluarga, berenang, memancing ikan dan berbagai olahraga air.

Dalam rangka pengembangan Pantai Poto Poyang sebagai destinasi wisata bahari, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) ‘Poto Poyang’ bersama berbagai elemen masyarakat Desa Dasan Anyar seperti Pengurus dan anggota Karang Taruna “Bukit Keramat”, unsur Kepolisian, Ketua RT, Kepala Dusun dan para pelaku usaha, yang didukung oleh Rapulung Artshop dengan difasilitasi oleh Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPED), telah menyelenggarakan pertemuan dalam rangka pengkajian pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dengan menggunakan Metode ZOPP (ziel orientierte projekt planung) yaitu teknik perencanaan proyek yang berorientasi tujuan.

Pertemuan untuk rencana pengkajian itu dihadiri juga oleh Kepala Bidang Destinasi Wisata Suarman, SPd, M.Si, Kepala Seksi Ketertiban Kecamatan Jereweh Saparuddin, dan Kepala Desa Dasan Anyar Muhammad Ikhsan.

Selaku Artshop sebagai sponsor, Ibrahim Has pemilik Rapulung menyampaikan alasannya mendorong dan mendukung kegiatan perencanaan pengembangan pariwisata Pantai Poto Poyang.

“Kami sebagai pelaku usaha yang bersentuhan dengan dunia pariwisata memiliki kepedulian dan ingin melihat Pantai Poto Poyang dapat menjadi destinasi wisata yang dapat memberikan kontribusi secara ekonomi bagi masyarakat, membuka lapangan kerja menjadi peluang usaha baru bagi pemuda dan masyarakat pada umumnya,” Paparnya.

Sementara itu, Saparuddin dari Kantor Camat Jereweh menyampaikan dukungannya atas adanya inisiatif masyarakat melalui Pokdarwis yang didukung Rapulung Artshop untuk pengembangan pariwisata ini. Saparuddin berharap Pemerintah Desa Dasan Anyar dapat mengalokasikan sebagian anggaran desa untuk pengembangan obyek wisata Pantai Poto Poyang.

Adapun Muhammad Ikhsan Kepala Desa Dasan Anyar dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Rapulung Artshop yang bersedia mensponsori kegiatan perencanaan pengembangan pariwisata di Pantai Poto Poyang.

“Kepada Rapulung Artshop kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepeduliannya mendukung kegiatan ini. Demikian pula kepada Lembaga RiPeD yang bersedia memfasilitasi kegiatan penyusunan perencanaan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini, kami sangat berharap dapat menyelesaikan kegiatan ini hingga menghasilkan rencana aksi yang benar-benar nyata,” ungkapnya.

Lebih lanjut Muhammad Ikhsan mengharapkan kepada Dinas Pariwisata dapat memberikan pembinaan dan menjalin koordinasi di lingkungan Pemerintah Daerah sehingga ada curahan perhatian kepada Pantai Poto Poyang.

Menanggapi segala masukan dan harapan berbagai pihak, dalam sambutannya, Kepala Bidang Destinasi Wisata Suarman, SPd, M.Si menyampaikan komitmen Dinas Pariwisata untuk melakukan pembinaan terhadap Pokdarwis “Poto Poyang” dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata Pantai Poto Poyang.

“Kami membuka ruang diskusi dan memberikan kepada masyarakat melalui Pokdarwis untuk pengembangan potensi pariwisata Pantai Poto Poyang.” ungkapnya.

“Hasil laporan pengkajian ini bisa segera disampaikan kepada kami, agar dapat menjadi masukan dalam penyusunan program pembangunan pariwisata yang didukung APBD tahun 2019 nanti.” paparnya.

Ditambahkan pula bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu memperoleh dukungan dari lembaga lintas instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Pengembangan destinasi wisata ini nanti akan dilakukan secara keroyokan, ada kolaborasi antar berbagai instansi untuk menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan,” Ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Suarman mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat berkenan membuka kegiatan yang bertajuk Appraisal on Tourism Development Of Poto Poyang Beach Area with ZOPP Method (ZIEL ORIENTIERTE PROJEKT PLANUNG).

Sementara itu pada sesi pengkajian, Muhammad Rizal dari Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPED) mengungkapkan komitmennya untuk memfasilitasi masyarakat Dasan Anyar melakukan kajian terhadap potensi dan permasalahan dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Melalui alat kajian ZOPP yang rencananya akan diselenggarakan dalam beberapa kali pertemuan dengan warga ini, akan diidentifikasi berbagai permasalahan, alternative kegiatan prioritas yang perlu diselenggarakan dan kontribusi yang memungkinkan diperoleh dari berbagai pihak.

Pada kahirnya kajian ZOPP yang dilakukan akan menghasilkan rencana program yang sistematik dan memenuhi kerangka logis sehingga tujuan pengembangan pariwisata dapat dicapai secara maksimal.

“Kami berharap, geliat pariwisata Pantai Poto Poyang dapat menjadi model destinasi wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat,” pungkas Rizal.(TN-06)

Tags

Related Articles

Back to top button