Daerah

Dompu Krisis Air Bersih, Masyarakat Dua Desa Rogoh Kantong Hingga Puluhan Ribu

AdaFoto: ilustrasi

Dompu, Talikanews.com – Dampak musim kemarau panjang kian teras, akibatnya dua Desa Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, mengalami krisis air bersih. Dua Desa itu yakni Desa Ranggo dan Desa Temba Lae, ini. Warga mengaku mulai kesulitan mendapatkan air bersih sejak satu bulan terakhir. Sumur dan beberapa sumber mata air lain yang menjadi tumpuan warga pun mulai mengering.

Untuk kebutuhan air minum, saat ini sejumlah warga hanya mengandalkan air sumur bor yang berada di persawahan dan air yang di distribusikan oleh beberapa kelompok warga. Jarak sumur bor sendiri cukup jauh, itu pun warga harus rela mengantri dalam waktu yang cukup lama, sementara air yang didistribusikan masih sangat terbatas.

“Sudah hampir satu bulan kami mengalami krisis air bersih karena sumur ditempat kami sudah mulai kering, begitu pun debit air yang disalurkan melalui perpipaan yang dikelola oleh desa juga sudah sudah tidak ada,” ujar Solihin, warga Desa Tembalae.

Sementara untuk kebutuhan air yang lebih banyak seperti mencuci, mandi dan sebagainya, sejumlah warga harus menggali perigi di sekitar sungai yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman.

Solihin berharap kepada pemerintah agar krisis air bersih tersebut bisa segera ditangani, karena hal ini menyangkut sumber kehidupan bagi masyarakat.

“Kami sangat berharap pemerintah agar segera menangani persoalan air ini,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan, H Usman warga Desa Ranggo, dampak kemarau panjang yang terjadi menyebabkan debit air di hampir semua sumur rumah warga berkurang, bahkan ada yang tidak memiliki air sama sekali.

“Sumur warga juga sudah banyak yang kering, sementara untuk kebutuhan air kita hanya pada sumur,” keluh H Usman.

Ia juga sangat berharap, adanya sumber air bersih lainnya yang bisa difasilitasi oleh pemerintah, sebagai alternatif ketika sumur-sumur warga di dua desa itu mengalami kekeringan.

“Sekitar 80 persen sumur warga Ranggo mengalami kekeringan, sementara yang 20 persen sisannya tinggal menunggu waktu, karena saat ini sumur-sumur itu hanya bisa menghasilkan beberapa ember air saja dalam sehari,” ujarnya.

Saat ini sebagian warga di dua desa tersebut hanya mengandalkan air sumur bor yang berada di sekitar persawahan. Lokasi sumur bor sendiri jaraknya sekitar 1 km dari pemukiman warga, dan mereka pun harus rela mengantri lama karena debit air nya yang sudah semakin minim.

Sementara sebagian warga lainnya hanya mengandalkan bantuan air bersih yang disitribusikan secara sukarela oleh salah seorang warga, namun jumlahnya masih sangat terbatas.

“Karena jauh, kami terpaksa menggunakan jasa ojek untuk mengambil air, sehari kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp 20,000 hingga Rp 30.000,-,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan mencuci dan mandi, sebagian warga terpaksa menumpang di rumah dan sumur warga di desa tetangga yang jaraknya mencapai 5 Km.

“Hampir satu minggu ini kami terpaksa mencuci dan mandi di Desa Woko (Desa tetangga red),” keluh Rukyati warga Desa Tembalae.

Lebih jauh Rukyati mengungkapkan, sumber air perpipaan yang dikelola oleh Desa yang sebelumnya masih bisa memenuhi kebutuhan warga saat ini sudah tidak bisa diharapkan lagi. Debit airnya yang sudah sangat kecil sehingga tidak bisa lagi menjangkau ke rumah-rumah warga penerima manfaat.

“Dua minggu lalu, air yang dialirkan melalui perpipaan masih bisa kita manfaatkan meski debit airnya sangat kecil, tapi sekarang airnya sudah tidak ada,” katanya.

Pantauan media ini menyebutkan, warga di Desa Ranggo dan Desa Temba Lae, semakin kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena semakin minimnya sumber mata air yang ada disekitar. Saat ini, hampir seluruh sumur milik warga di wilayah itu kering kerontang.

Krisis air bersih di dua Desa tersebut sudah terjadi dalam dua bulan terakhir, namun hingga saat ini belum ada pendistribusian air bersih dari Pemerintah Daerah. Demi keberlangsungan hidupnya, warga sangat berharap Pemerintah segera menanggapi persoalan yang dialami warga, agar secepatnya menyalurkan air bersih. (TN-05)

Tags

Related Articles

Back to top button