Politik

PPP NTB Akan Dukung Pemerintahan Rohmi Jika Siap Di Kader

Jakarta, Talikanews.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB, tidak akan mendukung langkah politik Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah jika tidak masuk sebagai kader.

Wakil ketua DPW PPP NTB, Nurdin Ranggabrani menyampaikan, keberadaan partai politik sangat penting dan mempunyai andil dalam mendorong langkah politik dari kepala daerah untuk menjalankan program pembangunan.

Dia menegaskan, saat ini PPP tidak memiliki kewajiban mendukung segala bentuk kebijakan dan program gubernur dan wakil gubernur NTB khususnya dalam dorongan politik legislatif melalui fraksinya.

Hal itu disebabkan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah sejak keluar sebagai kader Demokrat menjelang dilantik sampai saat ini belum tercatat sebagai salah satu kader partai di NTB.

“Awalnya Rohmi kader Demokrat, tapi entah apa persoalan internal mereka sehingga keluar. Informasi beredar, akan masuk partai NasDem, bahkan juga PPP. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan, sehingga bagi PPP, tidak bisa mendukung langkah program politik Rohmi,” ungkapnya, Jum’at (12/10).

Nurdin menyampaikan pengawalan kebijakan program daerah tidak cukup mengandalkan diri sebagai pimpinan daerah melainkan harus diperkuat dorongan politik di legislatif, salah satunya dengan masuk sebagai kader Partai. Kelebihan lain kata NR sapaan akrabnya Rohmi bisa menititipkan rencana program secara leluasa melalui fraksi partai yang dimasukinya.

“Maka kami menawarkan ibu Rohmi masuk ke PPP,” kata dia.

Dia mengaku, jika sudah jelas jadi kader, maka PPP melalui fraksinya otomatis akan memfasilitasi Rohmi menitipkan rencana program yang menjadi skala prioritas sesuai visi misi menuju NTB gemilang. Namun lagi lagi ketika tidak mau masuk sebagai kader PPP itu artinya PPP tidak wajib mendukung segala kebijakannya.

“Kalau tidak masuk di PPP, kami tidak ada kewajiban dukung programnya,” tegas politisi yang akan bertarung pada Pileg DPR RI Dapil NTB 1 pulau Sumbawa 2019 mendatang.

NR juga menjamin fraksi PPP akan membangun kedekatan dengan fraksi lain termasuk dengan partai Demokrat meski sebelumnya Rohmi tercatat di partai berlambang mercy itu untuk ikut serta mengawal seluruh kebijakan itu mengingat jika Rohmi masuk sebagai kader PPP otomatis pihaknya masuk dalam barisan sistem kepemetintahannya yang juga tentu akan bertanggungjawab atas pengawalan kebijakan sesuai dengan visi misi utama sebagai kepala daerah.

NR juga memberi garansi bahwa komunikasi antar fraksi terutama bisa mendukung pemerintah akrab terwujud sebab selama ini antar frkasi di DPRD NTB sudah terbiasa saling membantu. Melalui fraksi di DPRD kata dia akan bisa menjadi viar pemerintah dalam rangka memyebarkan program program yang sedang dijalankan daerah.

“Kepentingan fraksi saling kawal mengawal,” kata dia memberi keyakinan.

Disinggung apakah PPP sebagai partai yang dikenal pemilihnya dari kalangan NU tidak khawatir kalau Rohmi bergabung akan membawa gerbong Muslimat NW. Sementara seperti diketahui Rohmi sebagai ketua umum muslimat NW? Bagi Nurdin, PPP tidak melihat itu sebagai satu masalah, justru jika membawa gerbongnya akan tambah bagus.

Hal yang ditekankan dalam kontek sistem kata dia membuat setiap kesepakan atau kebijakan yang dibuat dalam sistem apapapun termasuk didunia poltik tidak boleh dibuat sepihak, harus dilakukan dengan kedua belah pihak dan bisa menguntungkan kedua belah pihak lainnya.

Dalam posisi ini NR secara pribadi sebetulnya tidak meragukan kapasitas Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melakukan satu kompromi dengan para fraksi di Dewan mengingat Zul telah karatan menjadi wakil rakyat. Namun alangkah baiknya ketika gubernur tercatat sebagai salah satu kader partai sebut saja PKS, wakil gubernur seyogyanya juga bisa masuk di salah satu partai.

“Dalam hal ini PPP buka pintu bagi Rohmu,” tawarnya.

Ajakan Rohmi untuk ikut bergabung sebagai kader partai untuk tujuan dorongan politik dewan sebelumnya juga disampaikan oleh NasDem NTB. Ketua DPW Nasdem NTB, Muh Amin tidak bisa disepelekan dorongan politik partai melalui fraksi didalamnya untuk keseimbangan pemerintah.

Itu diucapkan Amin berdasarkan pengalamannya mendamping gubernur NTB sebelum Zul, Tuan Guru Bajang (TGB). Amin juga memberikan sinyal agar Rohmi bisa masuk di gerbong NasDem terlebih suami Rohmi, Khairul Rizal sendiri setelah minggat dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu saat ini telah tercata sebagai kader NasDem dengan ikut berlaga pada kontestasi DPRD NTB dapil Lombok Timur.

“Kalau mau masuk NasDem itu sangat baik. Kan suaminya juga sudah di barisan NasDem,” kata Amin sambil tersenyum belum lama ini disebuah acara di Mataram.

Namun Amin tidak mau menunjukkan NasDem ngotot apalagi sikap atau pilihan berpartai hak pribadi setiap orang yang tidak bisa dipaksa.

“Bagus juga kalau ke NasDem,” kata politisi dikenal santun dan bijak itu.

Sementara itu Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah saat dimintai tanggapan belum memberikan konfirmasi. Saat dihubungi media ini terlihat hanya membaca pesan saja. (TN-04)

Related Articles

Back to top button