Pendidikan

Harapan Guru Honorer Tambora Untuk Jadi CPNS Pupus

Foto: ilustrasi

Dompu, Talikanews.com – Pembukaan penerimaan CPNS tahun ini terkesan tidak berpihak kepada guru honorer. Bagaimana tidak, kalau pun sudah melakukan aksi demo, ancam mogok kerja namun tetap tidak ada kuota.

Seperti halnya dilakukan para guru honorer atau sukarela yang ada di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima NTB, menggedor Kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pemuda setempat. Bahkan saat itu, Kepala UPT Dikbudpora Joni M.Pd, sempat membuat surat pernyataan akan memperjuangkan nasib guru-guru, diatas Materai 6000.

Kepala Bidang perencanaan dan pengembangan Dinas BKD kabupaten Bima Abdul Rahman mengatakan kuota penerimaan CPNS dimasing-masing daerah di tentukan oleh Kementerian.

“Pemda hanya mengusulkan Kuota tiap wilayah kecamatan, namun yang tentukan ialah Kementerian,” ungkapnya Jumat (12/10).

Ditanya apakah ada kemungkinan ada ruang untuk penambahan? Dengan tegas menyatakan itu tidak mungkin dilakukan, karna telah menjadi ketentuan pusat.

”Kami tidak berani jamin, dan tidak berani menjanjikan, karena ini semuanya putusan dari pusat,” tegasnya.

Dia berharap guru-guru tambora bersabar, mudah-mudahan kuota Kecamatan Tambora tahun depan bisa di distribusikan.

”Kita ikhlaskan saja, mudah-mudahan tahun depan Kecamatan Tambora mendapatkan kuota dan formasi yang banyak untuk CPNS nya,” pungkasnya.

Diketahui, hingga saat ini pelamar tes CPNS sudah mencapai angka 6000 orang dan pendaftaran akan ditutupi tanggal 15 September 2018 mendatang. (TN-05)

Related Articles

Back to top button