Pariwisata

Disbudpar Dompu Akan Minta Balar Bali Teliti Kendi Dan Guci Di Kambu

Dompu, Talikanews.com – Tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu, menggunjungi lokasi temuan kendi dan guci di Dusun Kambu, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, memastikan lokasi penemuan diduga benda purbakala, Kamis (11/10). Mereka langsung bertemu Jaharudin seorang warga yang menemukan barang tersebut .

Sekdis Disbudpar Dompu, Drs Syamsuriah mengungkapkan, kunjungan ini guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya penemuan sejumlah kedi dan guci di Dusun Kambu, Desa Mbuju, beberapa yang lalu.

“Laporan ini kami terima sejak beberapa hari yang lalu. Namun, kami saring dan verifikasi dulu kebenarannya, apakah infonya benar atau hoax. Hingga kami memutuskan untuk turun hari ini (Kamis,red),” ucapnya.

Kunjungan ini, menurutnya, selain untuk mengecek lokasi penemuan juga untuk menggali informasi dari masyarakat terkait beberapa hal penting yang kaitannya dengan penemuan tersebut.

“Tim kami bagi, ada yang bertemu dengan pak Jaharudin (Penemu, red), dan ada juga yang ke lokasi galian, juga mewawancara masyarakat dan tokoh masyarakat,” beber pria yang akrab disapa Papi Syam ini.

Ia menerangkan, hasil dari kunjungan tersebut akan di laporkan ke unsur pimpinan, kemudian dilanjutkan ke Bupati Dompu.

“Pulang dari sini, kami akan membuat laporan secara tertulis untuk pak Kadis (Disbudpar, red), dan akan diserahkan ke bapak Bupati,” Bebernya.

Nanti dari Bupati, lanjut mantan Camat Kilo ini, aka dikirim ke Badan Arkeologi (Balar) Bali untuk ditindaklanjuti dalam bentuk penelitian.

“Nanti kan laporan ini setelah dibaca dan diketahui oleh bapak Bupati, akan diminta tim Balar Bali untuk turun penelitian ke lokasi penemuan,” cetusnya.

Untuk itu, ia berharap, lokasi dan sejumlah benda penemuan tersebut diamankan dulu. Selain itu, menghimpun data informasi terkait sejarah dan peninggalan leluhur di Desa ini.

“Besar harapan kami Kepala Desa bisa mengamankannnya di satu tempat benda-benda itu. Dan juga, terus menggali data dan informasi di tengah masyarakat. Siapa tau masih ada beberapa penemuan lain yang sudah diamanakan warga. Intinya, jangan sampai diperjual belikan. Karena ini dilindungi UU Cagar Budaya dan pelestarian benda kepurbakalaan. Kalau ketahuan pelakunya pasti akan dijerat hukuman penjara,” tegasnya di tengah kunjungan tersebut.

Ditanya tentang tahun berapa dan pada jama apa benda itu ada. Dirinya menjawab, secara fisik, model dan coraknya kemungkinan besar ada kaitannya dengan dengan jaman prasejarah (Ncuhi,red), Jaman Sejarah (Kerajaan, Kesultanan atau jaman penjajahan, red).

“Kalau dilihat dari bentuk, corak dan lokasi penemuan kemungkinan besar ini adalah peninggalan kuno. Nanti akan diketahui dari jaman apa, tahun berapa dan siapa yang mempunyai benda-benda ini,” pungkasnya.

“Kita berharap semoga penemuan ini akan membuka wawasan baru untuk kita dan anak cucu ita nantinya. Dan, tentunya merubah peradaban yang ada sekarang,” tutupnya.

Diketahui, warga Kambu, Desa Mbuju dihebohkan oleh penemuan benda antik oleh Jaharudin saat menggali lubang WC rumahnya, Sabtu (06/10) lalu. Benda-benda ini berupa Kendi dan Guci, diketemukan dalam bentuk utuh dan pecah-pecah di kedalaman satu setengah hingga dua meter.

Berita ini pun geger, dan membuat warga lain pun berbondong-bondong mendatangi kediaman jaharudin dan membawa perkakas galian.

Informasi yang dihimpun media ini, total secara keseluruhan benda yang diduga kuat peningalan purbakala ini lebih kurang 30 an. semakin kedalam galianya semakin banyak ditemukan benda yang sama.

Penemuan ini bukan pertama kalinya terjadi di Desa tersebut, sebelumnya beberapa tahun lalu warga sekitar menemukan Keris, Meriam, Piring dan Mangkuk. Dan, juga disekitar itu ada tiga kuburan kuno yang ukurannya sangat panjang, Namanya Kuburan Keramat, letaknya di bukit Ponde berada tepat di belakang perkampungan sekarang. Selain itu, di sisi Selatan ada sisa Pelabuhan Kambu yang sangat bersejarah. (TN-05)

Related Articles

Back to top button