Sosial

Gangguan Jiwa, Pemuda Asal Jala Ini Gantung Diri Hingga Tewas

Foto: Jenazah Jamaludin (25) ditemukan tewas menggantung diri di areal persawahan, belakang terminal.

Dompu, Talikanews.com – Jamaludin (25), Warga Dusun Nanga Nae, Desa Jala Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, ditemukan tewas gantung diri di areal persawahan, di jalan padat karya belakang Terminal Rasabou, Rabu (10/10).

Informasi yang dihimpun bahwa pemuda yang diketahui mengidap gangguan jiwa ini, mengakhiri hidupnya dalam keadaan yang sangat mengenaskan, yakni lehernya dililit dengan tali nilon, celananya dalam keadaan melorot, dan badannya dibiarkan menggantung dibawah pohon.

Kassubag Humas Polres Dompu, IPTU Suhatta, yang dikonfimasi via WA mengungkapkan, kejadian ini diketahui pada saat anggota piket Polsek Huu, menerima laporan salah seorang masyarakat bernama Ramik (45 thn), yang mendatangi kantor Polsek Hu’u.

”Pelapor (Ramik, red) mengaku dirinya di beritahu temannya bernama Taufan, bahwa telah ditemukan salah seorang warga yang menggantungkan dirinya,” jelasnya.

Menerima, laporan tersebut, anggota (Polisi, red) melaporkan kepada Kapolsek Huu IPTU Balok Siswantoro. Setelah itu, lansung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

”Anggota saat itu dibantu oleh beberapa masyarakat, melakukan TPTKP (Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara), mengecek keadaan korban yang sudah meninggal dan mengumpulkan beberapa barang bukti yang ada di sekitar TKP,” bebernya.

Mengetahui keadaan korban yang sudah tidak bernyawa, lanjut Suhatta, pihaknya pun saat itu langsung melepas tali, selanjutnya meminta bantuan pihak ambulance Puskesmas Rasabou untuk menjemput korban guna di bawa ke Puskesmas setempat.

“Dari hasil pemeriksaan medis yang ditangani langsung oleh dr Juraid, bahwa kondisi korban sampai ke Puskesmas telah meninggal dan dari pemeriksaan fisik pada tubuh korban memang benar menggantung dirinya sendiri di batang pohon sebab di leher nya terdapat bekas tali berbentuk huruf “V”, terangnya.

Tidak hanya itu, dari pemeriksaan fisik korban, Suhatta menambahkan, alat kelaminnya mengeluarkan air mani dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban.

”Dari hasil pemeriksaan tersebut, almarhum meninggal murni dengan gantung diri,” tegasnya.

Terpisah, dari pengakuan adik kandung korban, Sukron (17), bahwasannya Jamaludin (Korba,red) sudah lama mengalami gangguan jiwa dan sering jalan keluar rumah, tanpa sepengetahuan keluarga.

”Kakak saya ini (Jamaludin,red) sudah lama mengidap penyakit gila, dia sering keluyuran hingga kemana-mana,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, dirinya bersama keluarga besar sudah sangat ikhlas dan lapang dada menerima kepergian korban.

”Kami sekeluarga mengikhlasnya, semoga almarhumah di terima di sisi Nya, dan jenazah almarhum akan di makamkan di Desa Jala,” paparnya. (TN-05)

Related Articles

Back to top button