Daerah

Bustomi Sebut, Macetnya Air PDAM Loteng Lantaran Tata Kelola Tidak Beres

Foto: Bustomi Taefuri Ketua LSM SUAKA NTB

Lombok Tengah, Talikanews.com – Adanya keluhan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minim (PDAM) Loteng, terhadap kekeringan air bersih. Tidak hanya menjadi perhatian tataran Legislatif semata. Malah, kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti, Bustomi Taefuri menganggap menuding, keringnya air itu lantaran tata kelola di PDAM tidak beres.

Pentolan LSM Suaka, menilai tata pengelolaan atau managemen perusahaan milik daerah ini tidak menyesuaikan aliran baru dengan ketersediaan air yang ada. Malah menyebut PDAM tidak pernah ikut andil dalam pemeliharaan lingkungan sekitar sumber air.

“PDAM sendiri tidak pernah memperbaiki kondisi lingkungan disekitar sumber mata air. Bagaimana air tidak kering, mereka hanya ingin mengambil keuntungan tanpa berbuat,” sentilnya Senin (8/10).

Bustomi menjelaskan, khusunya ketersediaan air, justru dirinya melihat terjadi ketidak adilan perusahaan air daerah dalam suplai aliran air ke desa – desa. Bisa dikatakan sangat minim, lebih memperhatikan pelanggan di kota.

Baca juga :Dewan Loteng Minta PDAM Terbuka Ke Publik

Dia juga melihat bahwa perusahaan PDAM Loteng sangat tertutup terhadap manajemen, terlebih PDAM adalah perusahaan milik daerah, “Seharusnya sebagai perusahaan daerah harus terbuka kepada publik, jangan menutup diri,” cetusnya.

Disinggung soal perihal pendanaan merugi ditubuh PDAM? Bagi Bustomi, itu adalah kebohongan belaka, karena perusahaan daerah ini tidak membutuhkan teknologi, disebabkan aliran sudah ada pada ketinggian untuk terus mengalir hingga keran masyarakat.

Parahnya lagi, PDAM justru lebih mementingkan fungsi komersial ketimbang fungsi sosial air.

“Ada dua fungsi, yakni fungsi sosial air untuk lancarnya air dan fungsi komersial, naah sisi komersial ini yang harusnya di imbangi dengan fungsi sosial air,” tutup Bustomi. (TN-02)

Related Articles

Back to top button