Sosial

BPBD NTB Ungkap Keresahan Penanganan Pasca Bencana Lombok – Sumbawa

Foto: Dok. Rumah rusak terkena dampak Gempa Lombok

Mataram, Talikanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ungkap keresahan atau kendala penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok-Sumbawa beberapa bulan lalu.

Kepala BPBD NTB, H Muh Rum merincikan satu persatu persoalan yang dihadapi kemudian menjadi kendala proses percepat rehabilitasi dan rekonstruksi yakni mulai dari pengadaan panel Risha, dimana terkena PPN 10 persen sehingga ini akan membebani anggaran pembangunan rumah.

Kemudian, pemberian dana stimulan bertahap dengan pola 50 persen akan menyebabkan keresahan masyarakat penerima karena belum ada kepastian waktu sisanya 50 persen lagi, sementara di lapangan masyarakat sudah bekerja ingin menyelesaikan secepatnya.

“Pengendalian harga material bahan bangunan perlu dikawal secara ketat juga, karena dijumpai ada depo yang menaikkan harga,” ungkapnya, Senin (8/10).

Rum menjelaskan, mengingat musim hujan sudah mulai maka penyediaan hunian sementara harus segera diwujudkan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi pengungsi yang tinggal di tenda. Sementara, kepastian jaminan hidup dari Kemensos diharapkan agar segera bisa direalisasikan.

Rum juga memaparkan progres hasil verifikasi rumah rusak . Untuk sementara, rusak berat (RB) sebanyak 63.680 unit, rusak sedang (RS) 26.536 unit dan rusak ringan (RR) 87.064 unit, sehingga total sebanyak 177.280 unit.

Bicara soal perkembangan bantuan stimulan rumah saat ini lanjutnya, untuk rusak berat (RB) yang sudah ditransferkan dana sebanyak 6.061 orang. Sedangkan yang sudah di sosialisasi sebanyak 5.253 orang.

Peminat rumah instan sehat sederhana (Risha) sebanyak 1.806, peminat rumah konvensional (Riko) sebanyak 828 orang dan peminat rumah kayu (Rika) sebanyak 1.062 orang.

“Untuk Pokmas sendiri yang sudah terbentuk sebanyak 391, jumlah anggota pokmas 4.471, kemudian Pokmas yang ada SK sebanyak 185 , sedangkan Pokmas yang punya rekening 112 orang,” kata dia.

Dia mengaku, sejak sepekan lalu sudah dilakukan pembangunan rumah hunian tetap namun karena akan datang muslim hujan tentunya dibutuhkan juga hunian sementara. Untuk progres Fasum dan Fasos tambah Rum, data masuk sebanyak 1.317, yang sudah verifikasi lapangan 1.240, yang direkomendasi PUPR sebanyak 1239, untuk SPMK sebanyak 719, tidak di bangun 520, yang proses di bangun 119.

Sedangkan sudah selesai sebanyak 19 di antara, SDN I Pemenang , SMAN I Pemenang , Puskesmas Pemenang , SMKN I Pemenang , SDN 3 Mumbul Sari Kecamatan Bayan, SDN 4 Akar Akar Kecamatan Bayan, SDN 2 Pemenang / Trengan, SDN 2 Obel Obel, SDN 5 Belanting , SMP 2 Sambelia , TK Islam Al Aisyah Tanjung, SDN 5 Gondang, SDN 3 Gondang, SMKN 2 Kuripan, SMAN I Gunungsari dan SMPN 6 Mataram. (TN-04)

Related Articles