Pemerintahan

Wagub NTB Perintahkan OPD Layani Masyarakat Setulus Hati

Foto: Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat pimpin rapat OPD

Mataram, Talikanews.com – Kuncinya dalam suatu program penanggulangan kemiskinan bukan terletak pada jumlah dana, tapi bagaimana sinergi yang ada harus memiliki satu visi, yakni melayani masyarakat NTB. Hal itu ditekankan sapaan Rohmi kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi.

Dia mengatakan, menyikapi penanggulangan kemiskinan yang seyogyanya tidak sebatas pada program janji muluk (manis,red). Namun betul-betul bisa terealisasi serta real dapat diimplementasikan di masyarakat.

“Hal utama yang harus didorong adalah bagaimana suatu program bisa fokus di kabupaten yang mengantongi kemiskinan terbanyak di NTB, sehingga istilahnya sekali dorong tapi dengan kekuatan penuh dan apa yang diharapkan bersama terlihat secara nyata dan terukur, hal itu akan dapat dimaknai sebagai ibadah maka kita tidak akan merasa lelah,” ungkapnya.

Wagub Hj. Rohmi juga menyampaikan agar kedepan program-program yang ada bisa saling menutupi satu sama lain, membutuhkan kerendahan hati untuk bisa saling bantu satu sama lain dalam rangka mencapai target masing-masing, sebab melihat rencana yang ada sudah sangat luar biasa.

“Harus ada inovasi, jangan hanya hangat saat diributkan saja, untuk mendukung agar program tepat sasaran, data harus benar dan valid, sumbernya adalah basis data terpadu yang harus terus divalidasi datanya,” kata dia.

Tak hanya itu, Hj. Rohmi juga mengkampanyekan untuk menggunakan dan mensosialisasikan produk-produk lokal NTB dan bangun sinergi serta kesatuan visi dari para pemegang kepemimpinan dalam bekerja.

“Fasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan. Terutama, fasilitasi para petani untuk menjual hasil pertanian, jangan sampai ada keluhan pada musim panen, harga jual hasil pertanian mereka anjlok,” cetusnya .

Disatu sisi, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwansyah juga mengajak seluruh kepala OPD untuk terus meningkatkan sinergi antara eksekutif dan legislatif, sehingga program pengentasan kemiskinan ini akan terus berinovasi dan mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada.

Diakhir kesempatan Ridwansyah menyimpulkan kelanjutan rapat hari itu dalam beberapa poin penting yakni; soal basis data yang harus terkoordinir dengan baik, kepastian pembahasan berbagai program penanggulangan kemiskinan dalam rapat agar masuk dalam RPJMD, serta pelaksanaan rapat teknis lanjutan dengan mengundang Kabupaten/Kota dan NGO sekitar awal November, setelah RPJMD selesai. (TN-04)

Related Articles

Back to top button