Pariwisata

ITDC Akan Menata Budaya Madak Sepanjang Pantai Kuta

Foto: Tradisi Madak di kawasan The Mandalika

Lombok Tengah, Talikanews.com – ​​​​PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) / Indonesian Tourism Development (ITDC) selaku pengelola The Mandalika atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Lombok, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Akan menata ​​​​Budaya Madak yang di tinggalkan oleh sesepuh sepuh Masyarakat Desa Rembitan puluhan tahun silam.

Adapun isi surat yang sempat viral pernah di layangkan pihak PT. ITDC yang ditetapkan di Jakarta, 14 September 2018, dengan Nomor : 030/DM/ITDC/IX/2018, Perihal : Pelaksanaan Budaya Madak oleh Masyarakat Desa Rembitan yang ditandatangani Direktur Utama PT. ITDC, Abdulbar M. Mansoer.
Abdulbar menjelaskan, pada surat PT. ITDC pada dasarnya PT. ITDC sangat mendukung pelestarian budaya masyarakat yang dapat memberikan kontribusi terhadap daya tarik kawasan wisata The Mandalika.

Namun demikian tentunya pelaksanaan kegiatan budaya tersebut perlu di tata dan di kelola dengan Baik agar mempunyai daya tarik yang bernilai seni dan budaya yang patut dilestarikan, serta tidak meninggalkan kesan bahwa budaya Madak identik dengan sampah dan kekumuhan yang dapat merusak citra kawasan The Mandalika.

Deputi Project Direktor KEK Mandalika, Adi Sujono Prawoto, membenarkan sudah melayangkan surat ke Pemkab Lombok Tengah. Namun, sudah mengadakan rapat dengan Asisten 1 Pemkab Lombok Tengah, Camat Pujut dan Kades Rambitan.

Hasilnya, akan adakan rapat lagi dengan pemuka adat rambitan yang di pimpin Pemda, mencari jalan terbaik dan pihak ITDC siap melaksanakan budaya dan adat masyarakat setempat.

“Kami akan menata lebih baik lagi Budaya Madak dan tentu ini harus ada kesepakatan antara Pemda dan warga Rambitan,” ungkapnya, Jum’at (28/9).

Sementara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Loteng, H. Lalu Putria mengatakan, kegiatan madak (Ngapung) ini merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan ini juga bentuk destinasi baru sehingga kedepan perlu duduk bersama dengan semua elemen mencari solusi untuk mengkemas sebaik mungkin tradisi madak ini.

“Ini keinginan masyarakat dan adat yang perlu diselesaikan secara bijak,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button