Ekonomi

Pemkab Dompu Yakini PKH Turunkan Angka Kemiskinan

Foto: Kadisos Dompu Ir H Fakhrurrazy

Dompu, Talikanews.com – Sejak di luncurkan tahun 2007, Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diyakini telah menurunkan angka kemiskinan.

“Program Perlindungan Sosial ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan  kronis, ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Ir H Fakhrurrazy,” saat di konfirmasi, Jum’at (28/9).

Menurutnya, program ini salah satu upaya dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di tanah air yang dilaksanakan secara menyeluruh di semua daerah.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Kadis Sosial, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka.

Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui PKH, KPM didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan.

PKH diarahkan untuk menjadi tulang punggung penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial, bebernya.

Fakhrurrazy memaparkan, sasaran PKH adalah keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol sampai dengan enam tahun.

Sementara, Komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

“Katanya, sejak tahun 2016 terdapat penambahan komponen kesejahteran sosial dengan kriteria lanjut usia diutamakan mulai dari 60 (enam puluh) tahun, dan penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat,” tutupnya. (TN-05)

 

Related Articles

Back to top button