Ekonomi

Dualisme Kepengurusan, Pedagang Di BIL Ogah Direlokasi

Foto: Lalu Sunting Mentas, anggota Komisi III DPRD Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Beberapa pekan terakhir, beredar kabar bahwa para pedagang kaki lima yang ada di lingkup Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) ogah direlokasi akibat dualisme pemahaman anggota koperasi yang menaungi para pedagang.

Padahal, Pihak Pengelola Angkasa Pura telah menunjuk lokasi untuk para pedagang di area parkir roda dua. Akan tetapi, sebagian pedagang bersi keras bertahan dilokasi saat ini karena mempertimbangkan intensitas pembeli ketika berjualan dilokasi baru.

Sebelumnya para pedagang tersebut sempat mengadu ke DPRD Loteng, terkait nasib mereka ketika akan direlokasi, khususnya pertimbangan pembeli.

Terkait hal itu, anggota Komisi III DPRD Loteng, Lalu Sunting Mentas, justru menegaskan, kalau pun dipindah, tidak jadi masalah.

“Ini kan cuman pindah tempat berjualan saja, sehingga bagi kami, tidak ada masalah,” ungkapnya, Jum’at (28/9).

Dia menceritakan, kabar yang diterima dari pedagang bermuasal dari koperasi yang membiayai mereka, yakni Koperasi Ziarah dan Koperasi BIL Lokal yang sampai saat ini belum bermufakat untuk berjualan dalam satu area yang sama.

Dimana, pedagang anggota Koperasi BIL Lokal telah menyetujui berjualan dilokasi baru, sedangkan anggota kopersi Ziarah tidak ingin pindah dengan alasan takutnya kurang pembeli.

Oleh sebab itu, Sunting mengaku sudah melayangkan surat pengantar ke pihak Pemkab Loteng untuk menindak lanjuti aspirasi para pedagang, tetapi belum mendapatkan jawaban dari pemkab.

“Kami belum terima jawaban dari Pemkab, nanti diperjelas,” kata dia.

Disatu sisi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Haji Saman, mengungkapkan perpindahan pedagang di area BIL merupakan wewenang angkasa pura untuk menangani itu.

“Para pedagang di BIL itu memang urusan angkasa pura untuk menentukan lokasi berjualan mereka, jadi kita belum bisa intervensi urusan ini,” tutupnya. (TN-02)

Related Articles

Back to top button