Daerah

Masyarakat Mekarsari Menduga Ada Oknum ASN Tak Netral Di Pilkades

Lombok Tengang, Talikanews.com – Ratusan Masyarakat Desa Mekarsari Kecamatan Praya Barat padati Kantor Bupati Lombok Tengah dan menduga ada oknum PNS tidak netral dalam Pilkades. Selain itu meminta supaya panitia Pilkades Mekarsari yang diduga banyak kecurangan dibubarkan.

“Selain minta dibubarkan, kami juga kutuk Panitia itu, karena diduga banyak melakukan kecurangan yang meloloskan bakal calon bekingan. Terutama ada dugaan ketidak netralan oknum PNS,” ungkap Korlap M. Halim, Rabu (26/9).

Dia menegaskan, Panitia Pilkades sangat tidak netral dalam program panjaringan bakal calon kepala desa. Terlihat dari proses verifikasi syarat KTP dan pleno yang seolah-olah telah mendesain calon yang akan diloloskan jauh sebelumnya.

“Saya minta Bupati maupun Sekda untuk membubarkan dan mencabut keputusan panitia yang penuh kecurangan ini,” tegas dia.

Dia mengaku, panitia tidak menjalankan amanah yang tertuang dalam Perbup nomor 10 tahun 2018 dan ada dugaan panitia sudah di setting oleh salah satu oknum ASN dalam pelolosan calon kades yang sudah di tentukan.

“Demi allah saya tidak akan demo lagi apa bila keempat calon ini di loloskan,” bebernya.

Sambil berteriak dan berorasi di tengah teriknya matahari, orasi damai duduk bersila para demonstran terus menyuarakan meminta Sekda untuk menemuinya.

Tidak lama kemudian, Sekda Loteng HM. Nursiah mengatakan sudah mendengar dan terima apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Tentu sekali dengan melalui beberapa tahapan dan mekanisme aturan yang berlaku.

Soal ada dugaan keterlibatan oknum ASN tidak netral lanjut Nursiah “Demi Allah tidak tahu menahu siapa dan berapa calon yang ada di Desa Mekarsari. “Jangan anggap ada yang tidak netral, saya bersumpah tidak tahu menahu,” cetusnya.

Disatu sisi, Kabag Hukum Setda Loteng, H.Mutawalli, akan kroscek dugaan kecurangan panitia dan akan meminta dokumen yang ada.

“Jangankan dengan adanya manipulasi data, tanggal dan nomor surat saja bisa diketahui,” tutupnya. (TN-03).

 

Related Articles

Back to top button