Hukum & Kriminal

Backing Pengiriman Ganja, Anggota Polisi NTB Ini Diciduk Polisi

Mataram, Talikanews.com – Negara sudah memberikan jaminan hidup kepada Anggota Kepolisian Republik Indonesia. Karena, tugas mereka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lain halnya dengan salah seorang Anggota Polsek Ampenan, Kota Mataram, NTB inisial KB alamat jalan Gara II Dusun Lingkar Timur, Desa Lingsar, Lombok Barat.

Anggota Polisi berpangkat Brigadir itu ditangkap Polisi lantaran membacking pengiriman barang haram jenis Ganja kering seberat 8 kilo gram merupakan milik MSH (41) alamat jalan Gunung Pengsong Lingkungan Pejeruk Timur, Dasan Agung Mataram.

“Penangkapan dilakukan di jalan Bung Karno tepatnya di halaman parkir kantor Indah Logistik Cargo Pagutan dan jalan Malomba Kampung Tangsi Ampenan,” ungkap Dit Res Narkoba Kombes Pol Yusfadillah, saat konferensi pers di Polda NTB didampingi Kabid Humas Polda NTB AKBP Komang Suartana, Selasa (25/9).

Yusfadillah menceritakan kronologis penangkapan, Senin (17/9), tim Opsnal Subdit III Resnarkoba Polda NTB menangkap dan menggeledah MSH, di Kantor Indah Logistik Cargo Pagutan sedangkan Brigadir KB digerebag di rumah orang tua MSH dijalan Kampung Tangsi Ampenan.

“MSH ditangkap saat bawa koper dibungkus karung Goni bertulisan ‘Ibu Yanti beralamat jalan Jos Cokroaminoto Monjok. Ternyata isinya Ganja kering,” kata dia.

Selain BB Ganja, tim juga menemukan Hand Phone dan 22 buku dan tujuh baju, celana bekas.

Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 111 (2) dan pasal 114 (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Ditegaskan Yusfadillah, saat pendalaman, diketahui ada keterlibatan anggota Polisi, yang backing pengiriman Ganja dari Thailand menuju medan dan dikirim keLlombok, kalaupun asal barang dari Aceh.

Dia menambahkan, KB ini merupakan backing pengiriman Ganja. Adapun sanksi yang memperberat ditataran institusi Kepolisian sangat banyak, karena didalamnya ada kode etik dan displin yang dilanggar.

Dengan pelanggaran kode etik oleh KB, tidak mengurangi ancaman pidana yang sudah tertuang dalam UU nomor 35 tahun 2009 itu lanjutnya, tidak kurangi ancaman pidana.

“Kemungkinan KB bisa dipecat. Tapi, ranah pelanggaran kode etik ada pada Propam,” tuturnya.

Dia menambahkan, Ganja itu rencana akan disalurkan di seputaran Mataram. Bahkan, rencana bisa saja Bima. (TN-04)

Related Articles

Back to top button