Daerah

Anggap Panitia Pilkades Tak Netral, Ratusan Warga Labulia Protes

Lombok Tengah, Talikanews.com – Desa Labulia Kecamatan Jonggat dalam waktu dekat akan menggela pesta Demokrasi pemilihan kepala desa (pilkades). Hanya saja, dalam perjalanan, Panitia yang sudah dibentuk dinilai tidak netral. Hal itu membuat, ratusan warga dari dua dusun setempat serudug kantor desa.

Kedatangan warga itu menolak salah satu persyaratan yaitu jumlah dukungan KTP yang harus dipenuhi bakal calon sebanyak 12% dari jumlah pemilih yang ada untuk meloloskan bakal calon kades.

Protes itu muncul dari dusun Sebelek dan dusun Tandek. Dimana dari dua dusun ini mepunyai dua bakal calon kades yaitu H. Jamaludin dan H. Multazam kedua bakal calon tersebut  tidak lolos dalam penyeleksian persyaratan disinyalir adanya dugaan tim verifikasi yang ditunjuk oleh panitia dari kalangan BPD dianggap tidak netral mengakibatkan Bacalon tidak lolos.

“Ini dirasa tidak transparan, kami butuh penjelasan, ” ungkap salah satu warga saat melanjutkan hearing ke Panwascam Jonggat, Jum’at (21/9).

Terkait hal itu, Ketua panitia Pilkades L. Abdul Wahid S.H. MA mengatakan, tidak benar adanya ketidak netralan dan dugaan itu yang ada sebelum penentuan tim verifikasi kita musyawarahkan bersama dan secara aturan perbub memberikan panitia kewenangan penuh dalam penentuan tim verifikasi.

“Yang kita anggap paling netral itu adalah BPD selaku penanggung jawab pilkades jadi itu alasan kami selaku panitia menunjuknya sebagai verifikasi jumlah dukungan dan panwascam juga menolak tuntutan dari kedua bakal calon itu,” jelasnya.

Disamping itu, Sekdes Labulia Habirin menjelaskan, hearing dari ratusan warga pendukung bakal calon yang untuk minta panitia pilkades meloloskan dua bakal calon kades yang di usung.

“Menurut informasi dari panitia pilkades ada tujuh bakal calon  yang terdaftar namun ada dua bakal calon yang tidak lolos karna belum memenuhi persaratan 12% / 1025 dukungan dari 8763 jumlah pemilih,” ungkapnya.

Sementara Lalu Arpan Mustajab selaku Kepala Desa Labulie, meminta kepada semua masyarakat untuk tenang dan menyerahkan permasalahan ini ke panitia pilkades dan panwascam.

“Panitia dan panwascam yang berhak menjawab dan bertanggung jawab tentu dengan aturan aturan yang ada karna ini gawenya panitia dan panwascam,” tegasnya. (TN-3)

Related Articles

Back to top button