Ekonomi

Tuntut Percepat Bahas Anggaran, Pedagang Gedor Kantor Dewan Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Puluhan pedagang pasar Renteng kembali mensatroni Kantor DPRD Lombok Tengah, untuk meminta supaya apa yang menjadi janji pemerintah daerah akan bantuan segera di bahas dalam APBDP 2018.

Kedatangan para pedagang itu diterima ketua DPRD Lombok Tengah, H. Achmad Puaddi FT, SE. Pada kesempatan itu, H Puaad menyampaikan bahwa apa yang menjadi tuntutan para pedagang sudah dilakukan pembahasan khususnya mengupayakan tambahan lokasi berjualan disebalah Terminal sebelum ada anggaran pembangunan pasar.

“Kita sudah alokasikan Rp 4,6 Miliar di APBDP 2018, nomenklaturnya Bansos. Akan tetapi, dana tersebut bukan hanya untuk korban kebakaran pasar renteng melainkan korban musibah gempa yang jadi prioritas juga,” ungkapnya, Rabu (19/9).

Berbeda halnya dengan ketua Komisi III, Lalu Rahman Hakim. Dirinya memaparkan, soal pembangunan pasar renteng sudah ada kesanggupan dari Kementrian PU tahun 2019. Bahkan dijanjikan 2 lantai. Namun, sembari menunggu 2019, diupayakan pinjam Lahan masyarakat dan pedagang akan diberikan taliasih Rp 500.000.

“Tapi, besaran itu masih dikomunikasikan dan kesanggupan Pemda Loteng hanya sebesar Rp. 500.000 sebagai taliasih,” kata dia.

Mendengar hal itu, koordinator massa Bustomi Taifuri juga pentolan LSM SUAKA itu berharap kepada pihak DPRD Loteng agar dapat mengupayakan besaran dana bansos lebih dimaksimalkan.

“Saya menyayangkan Pemkab Loteng yang mengalokasikan APBDP untuk pembelian Mobil saat Bencana sedang melanda,” sindirnya.

Berbeda Ikhsan Ramdhani selaku Ketua LSM Formapi, malah mengingatkan pemerintah agar memangkas pos-pos anggaran yang tidak terlalu penting, sehingga besaran anggaran yang diperuntukkan kepada para pedagang lebih besar dari Rp. 500.000.

Kendati sudah ada jawaban dari Dewan, para pedagang berjanji akan kembali dengan jumlah lebih banyak jika pembahasan tidak dipercepat, ancam membuat tenda di Kantor DPRD Loteng. (TN-02)

 

Related Articles

Back to top button