Hukum & Kriminal

Kejari Mataram Dalami Pemain Proyek Rehabilitasi Sekolah Pasca Gempa

Mataram, Talikanews.com – Kejaksaan Negeri Mataram, NTB kembali periksa Empat orang Anggota DPRD Kota Mataram secara maraton, untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam permainan proyek rehabilitasi sekolah pasca. Satu diantaranya tidak bisa hadir alasan berhalangan ada acara adat yakni Gusti Bagus Ari Sudane.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram, Dr Ketut Sumedana mengatakan, pemanggilan terhadap pendamping Komisi IV, Abdul Jabar, kemudian anggota Komisi IV juga Badan Anggaran, Hj Baiq Mardiana dan Fuat Sofiyan, semata-mata untuk menggali peran mereka dalam dugaan permainan proyek tersebut.

“Saat ini mereka hanya diklarifikasi seputaran sepengatahuan dalam penganggaran proyek rehabilitasi sekolah pasca gempa itu karena, mereka ini satu Komisi,” ungkapnya, Kamis (20/9).

Selain pemanggilan untuk meminta keterangan, penyidik juga sudah menyita beberapa dokumen penting dari Sekretariat Dewan Kota Mataram yang dianggap penting menyangkut data pengajuan anggaran proyek.

“Jika penyidik bilang saksi kurang maka kita panggil lagi saksi. Minta keterangan saksi itu untuk memperkuat pembuktian permainan H Muhir Ketua Komisi IV juga Badan Anggaran yang terjaring OTT jum’at pekan lalu saat menerima uang pelicin proyek rehabilitasi sekolah pasca,” kata dia.

Ketut mengaku, dalam mengungkap kasus itu, penyidik tidak akan berhenti panggil saksi. Malah, besok Jumat dijadwalkan pemanggilan Tiga orang dari anggota Dewan, dan Senin pekan depan juga akan ada pemanggilan lagi.

Disinggung apa hasil keterangan Tiga orang yang terklarifikasi? Ketut enggan menjawab karena, yang lebih tau keterangan adalah penyidik. Tugas Kajari hanya mendukung jika penyidikan membutuhkan saksi dan bahan lagi.

“Besok Jumat kami akan evaluasi, jika penyidik bilang cukup dan bukti lengkap, kita limpahkan ke Pengadilan untuk sidang,” tutupnya.(TN-04)

 

Related Articles

Back to top button