Pemerintahan

Purna Bhakti, TGB Banyak Ujian dan Cobaan Dalam Membangun NTB

Mataram, Talikanews.com – Tanggal 17 September 2018 merupakan purna bhakti TGH M Zainul Majdi berkhidmat kepada masyarakat. Selama 10 tahun sejak 2008 hingga 2018 sapaan TGB terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Tentu berbagai ujian dan cobaan tmewarnai perjalanan.

Di acara perpisahan yang berlangsung di Islamic Center, TGB mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam membangun NTB pada sepuluh tahun terakhir, mulai dari para ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, bupati/wali kota, dan anak-anak muda di NTB.

“Alhamdulillah, 17 September (2018) genaplah, tuntaslah dengan izin Allah SWT, perkhidmatan saya sebagai Gubernur NTB selama sepuluh tahun. Untuk itu saya mengajak mengucap hamdalah,” ungkapnya.

TGB mengatakan, berbagai ujian dan cobaan tentu mewarnai perjalanannya membangun NTB dalam sepuluh tahun terakhir. Namun, berkat kerja sama semua pihak, NTB mampu bergerak ke arah yang lebih baik. Tingginya animo masyarakat yang hadir dalam pelepasannya juga tak luput dari perhatiannya.

“Saya agak terharu pada hari ini karena saya mendapatkan penghormatan yang sangat besar, saya dan Pak Badrul Munir serta Pak Amin, kami dapatkan penghormatan besar,” kata dia.

Meski tak lagi menjabat sebagai Gubernur, TGB mengaku akan terus memberikan yang terbaik dan membantu agar NTB bisa semakin maju ke depan.

Mantan gubernur dua periode itu menegaskan, TGB saat ini masih dengan TGB sepuluh tahun lalu yang ingin membangun dan memajukan NTB lebih baik.

“Insya Allah Zainul Majdi yang dulu tidak ada yang berubah. Tiang (saya) menyampaikan matur tampiasih (terima kasih) kepada seluruh masyarakat, para tuan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, para bupati walikota dan ASN,” cetusnya.

Dia memaklumi, keterbatasan yang dimiliki tidak akan bisa menjalankan tugas dengan baik tanpa ada dukungan dari semua pihak. Sehingga permohonan maaf apabila selama ini ada kebijakan yang kurang tepat maupun ucapan yang kurang berkenan di hati masyarakat.

“Sebagai pribadi atau kapasitas saya sebagai Gubernur, saya mohon untuk dimaafkan, saya minta maaf ya. Saya agak terharu pada hari ini karena mendapatkan penghormatan yang sangat besar,” roda kehidupan akan terus berputar, ada senang dan sedih, maupun lapang dan sempit. Pun dengan adanya pergantian jabatan.

“Maka apapun yang didengar dalam satu-dua hari, saya meminta bapak ibu mendoakan agar kita semua diberi keselamatan dunia dan akhirat oleh Allah, dijauhkan segala macam fitnah dan dari saya tentu ada kewajiban pada waktunya apa-apa yang perlu disampaikan,”
TGB mengajak masyarakat NTB untuk saling mendoakan dalam kebaikan.

Sebagai seorang pemimpin, dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat NTB dari yang paling kecil maupun sampai yang sudah sepuh. mohon maaf swbanyak daj sekuasnya kepada bapak ibu, dari yang paling kecil sampai sepuh.

“Saya mohon maaf karena tangungjawab pemimpin dari kecil sampai yang sepuh, sama-sama dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button