Daerah

Kantor Desa Lasi Dan Malaju Disegel Tuntut Plt Kades Segera Dipecat

Dompu, Talikanews.com – Puluhan massa aksi dari empat Desa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (Genpa) Kilo menggelar unjukrasa di Desa induk Kecamatan Kilo, Desa Melaju, Desa Lasi dan Kantor Camat. Tidak hanya itu, massa aksi juga melakukan penyegelan terhadap kantor Desa Melaju dan Kantor Desa Lasi.

Pantauan media ini, massa aksi yang merupakan gabungan dari Desa Mbuju, Desa Kramat melakukan long march hingga di dusun patula Desa Malaju (tepatnya di jembatan patula).

Sementara massa aksi dari Desa Kiwu, dan Desa Lasi, dan berkumpul di lapangan voly pantai Desa Lasi. Kemudian, silih berganti menyampaikan orasinya hingga di depan kantor Desa Lasi. Akibat, tidak ditanggapi oleh Kepala Desa atas tuntutannya, massa pun melakukan penyegelan kantor desa tersebut.

Sementara itu, Sofyan selaku Korlap aksi. Menyampaikan orasi ilmiahnya dengan membeberkan sejumlah fakta telah terjadinya dugaan penyimpangan anggaran yang secara sistematis di lakoni oleh oknum Aparatur negara dalam hal ini PLt Kades Lasi yang kini telah menjabat sebagai PLt Kades Melaju, bersama pihak-pihak lain.

“Kami yakin dan berani menyampaikan ini, karena faktanya Pak Ahmad (PLt Kades Lasi) sekarang di angkat lagi menjadi PLt Kades Malaju. Padahal, sudah jelas orang ini bermasalah,” tegasnya.

Menurutnya, kinerja BPD Desa Malaju dan Camat Kilo yang tidak menggunakan fungsi dan pengawasan dengan baik, menjadi akar dari semua masalah ini.

“Ini adalah kejahatan yang terorganisir dan tersistematis, karena dari Camat hingga BPD semua dibungkam,” teriaknya.

Sofyan memaparkan, tingkah laku dan latar belakang penjabat ini sudah diketahui secara umum oleh seluruh rakyat Kilo. Karena waktu ia menjabat sebagai PLt Desa Lasi menjadi aib buat masyarakatnya.

“Banyak program yang disenyalir tidak bisa di eksekusi karena uang sudah di telan habis. Dan, ini sudah menjadi temuan Ispektorat, di LHP nya,” ujarnya dengan nada lantang.

Sementara itu, Sadam, selaku Kordum menyampaikan aksi demontrasi yang dilakukan oleh pihaknya tersebut, merupakan perwujudan demokrasi dan dijamin oleh Negara.

“Jadi kami bergerak atas dasar kesadaran dan hak kami sebagai warga negara. Jadi jangan nodai kedewasaan politik kami dengan cara-cara yang tidak elegan,” ucapnya.

Ia memaparkan, bahwasannya Camat Kilo dan BPD Desa Melaju saat ini telah memilihara orang yang bermasalah di mata hukum.

“Karena PLt Desa Melaju sekarang diduga telah melakukan korupsi di Desa Lasi pada tahun 2017 dan di samping itu terjadi dugaan pengelapan anggaran Rp. 100.000.000 olehnya,” bebernya.

Lanjutnya, penuntasan kerugian negara yang di tetapkan oleh Inspektorat Kab Dompu pada waktu PLt Malaju ini menjabat sebagai Plt Lasi tidak ditindak lanjuti secara serius. Padahal, waktu pengembalian tersebut sudah lewat waktu.

“Jadi kami ingatkan jangan bermain-main dengan hukum, karena tidak ada satu pun orang yang kebal hukum, semuanya sama di mata hukum,” ingatnya.

Akibatnya, pun kini dialami langsung oleh desa Malaju. Pasalnya, ada program jalan lingkar di Dusun Kalate Desa Malaju yang sampai hari ini belum melakukan kegiatan karena anggaran tersebut diduga sudah tidak ada atau habis.

“Kami menduga anggaran proyek itu sudah masuk kantong pribadinya oknum PLt,” jelasnya.

Terpisah, Lahim, salah satu perwakilan massa aksi dari Lasi yang juga menjabat sebagai Anggota BPD, menyampaikan agar kiranya kasus Desa Lasi, Desa Malaju segera di proses secara hukum.

“Dan, kami minta PLt Desa Malaju untuk dicabut SK karna melanggar UUD PNS,” tukasnya.

Ia berharap, pihak polda NTB harus mengambil alih penanganan sejumlah kasus yang ada di Wilayah Kecamatan Kilo.

“Kami menduga saat iniĀ  terjadi persekongkolan alias konspirasi. Terbukti, sampai hari ini kasus-kasus yang ada belum di tuntaskan,” jelas pria yang akrab di panggil Teta ini.

Ketua BPD Desa Malaju pun, mengakui bahwa pihaknya akan segera melakukan dan meminta audit khusus.

“Kalau memang semua terbukti, kami akan minta SK saudara Ahmad sebagai PLt dicabut,” tutupnya.

Sementara itu, usai melakukan penyegelan kantor Desa Malaju puluhan massa aksi ini, bergerak ke kantor Camat, dengan dikawal ketat oleh personil Polisi dibawah pimpinan langsung Kapolsek Kilo, IPDA Jaelani. (TN-05)

Related Articles

Back to top button