Politik

Kader Yang Ikut Demo DPW PSI Terancam Sanksi Pemecatan

Mataram, Talikanews.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB angkat bicara soal sikap para kadernya yang menggelar aksi demontrasi pada Kamis lalu. Atas ulah para Kader, DPW ancam sanksi pemecatan.

“Kita sudah ajak dan undang secara resmi mereka untuk duduk mencari solusi dengan musyawarah mencapai mufakat. Apa yang mereka pertanyakan agar kita jawab.

Tapi, mereka tidak mengindahkan, sehingga Partai siapkan sanksi terberat yakni diberhentikan,” ungkap ketua DPW PSI NTB, Putrawan Tasal Sukma Prawira, saat Konfrensi Pers, Minggu (16/9).

Dia menjelaskan, adapun kader yang akan di sanksi pemberhentian yakni, Ketua DPD PSI Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Putrawan mengaku, mereka aksi demo lantaran ada ketidakpuasan mantan pengurus DPD, ada juga salah satu Calon Legislatif (Caleg) ngotot ingin mau jadi ketua DPD di salah satu daerah. Sehingga, bisa diduga mereka lah yang memprovokasi pengurus lainnya.

Terhadap proses pemberhentian lanjutnya, ada mekanisme tertuang dalam partai. Kalau pun begitu, partai tetap menyarankan supaya kedepankan musyawarah menuju mufakat.

“Ayo, yang mau ketemu, saya malah sudah undang duduk bersama cari solusi. Tapi, mereka tidak datang, iya kita siapkan sanksi saja,” kata dia.

Putrawan menjelaskan, umur berdirinya PSI di NTB masih baru, sebagai inisiator membutuhkan pengelolaan bagus. Sehingga, dirinya tidak ingin membuat masalah.

Dia juga menuturkan soal yang dipertanyakan para pendemo yakni, dirinya di kabarkan mempunyai kartu keanggotaan Partai Golkar dan masuk di SK kepengurusan pada tahun 2015. Yang jelas, dirinya tidak pernah ikut masuk partai lain.

Hanya saja saat Pilkada Lombok Tengah 2015, kenal dekat dengan H Moh. Suhaili FT, bisa dibilang berteman dekat (mentor politik). Atas kedekatan itu, pengurus Golkar memasukkan namanya sebagai pengurus dan keluarkan SK. Akan tetapi, sampai detik ini dirinya tidak pernah melihat SK apalagi kartu sebagai anggota partai Golkar.

“Saya lebih memilih PSI, karena sejak awal pembentukan tahun 2014, sudah berjuang di NTB dan saat ini masih lakukan pembenahan,” tutupnya sembari menegaskan yang sempat dipertanyakan pendemo bahwa banyak kader PSI merupakan orang Muhamadiyah? Putrawan juga membenarkan dan tidak pernah melakukan korupsi. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button