Hukum & Kriminal

Tak Akui Minta Uang Pelicin, Kajari Mataram Tahan HM

Mataram, Talikanews.com – Setelah diperiksa selama 5 jam dengan 30 pertanyaan dalam kasus minta uang pelicin proyek rehabilitasi sekolah pasca gempa bumi, oleh penyidik Kejaksaan Negeri Mataram. HM yang merupakan anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, masih tidak mau mengakui kesalahannya. 

Kendati demikian, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram langsung perintahkan HM ditahan karena ditetapkakan sebagai tersangka.

“Pas kita mintai keterangan, malah tidak mengakui. Padahal, bukti jelas saat kita tangkap tangan bersama barang buktinya,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Dr Ketut Sumadane, Jumat (14/9).

Dia menjelaskan, HM sudah ditetapkan sebagai tersangka sehingga harus ditahan dan di titip di Lapas Mataram sampai tanggal 30 Oktober mendatang. Malah, untuk mempermudah dan supaya tidak menghilangkan barang bukti, penahanan akan ditambah sebanyak 40 hari.

“Alasan kita sih untuk mempermudah pemeriksaan, Iya kita titip di Lapas dan kalau ada hal yang akan dikembangkan jelas kita kembangkan,” kata dia.

Adapun barang bukti yang disita, uang sebesar Rp 30 juta dan Hand Phone. Terlebih, ada bukti percakapan dengan beberap orang.

Terhadap isi percakapan lanjutnya akan dilakukan pemeriksaan atau uji forensik menggunakan komputer.

Ketut menambah, telah memintai keterangan terhadap kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram selaku yang memfasilitasi pertemuan dengan kontraktor, termasuk kontraktornya juga dimintai keterangan. Pengakuan dari Kepala Dinas, sudah berkali -kali di minta uang pelicin.

“Katanya sih, berkali-kali diminta. Kadis memfasilitasi HM dengan Kontrak karena gak punya uang,” cetusnya.

Terkait hal itu, H. Sudenom usai diperiksa enggan komentar banyak.

“Kan sudah saya berikan keterangan depan penyidik,” ujar dia.

Apakah sering dimintai uang oleh HM? Dengan santai Sudenom menjawab, “kalian sudah paham lah”.(TN-04)

Related Articles

Back to top button