Pariwisata

Baiq Diyah Angkat Bicara Terkait Fulgarnya Fashion Show Sail Moyo 2018

Mataram, Talikanews.com – Kegiatan Sail Moyo di Sumbawa tanggal 9 September lalu, semata -mata demi menggeliatkan pariwisata NTB. Hanya saja, pagelaran Fashion Show menjadi kontroversi dan banyak diperbincangkan banyak pihak.

Pasalnya, event berskala nasional tersebut menampilkan rangkaian acara yang mengundang perhatian publik, dengan digelarnya fashion show. Banyak yang mengatakan rangkaian acara yang melibatkan kalangan modeling nasional itu bukan sembarang fashion show biasa. Dimana kostum yang digunakannya, terbilang cukup seksi sehingga mengundang perhatian setiap mata yang memandang.

Tak hanya dikomentari netizen melalui media sosial, sejumlah tokohpun turut menyikapi kesan fulgar dalam gelaran event tahunan NTB tersebut. Salah satunya adalah Senator perempuan asal NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi.

“NTB inj julukan Pulau Seribu Masjid, semestinya hal itu tidak terjadi,” ungkapnya Sabtu (15/8).

Dia mengatakan, jika memang panitia penyelenggara ingin memberikan penampilan berbeda dalam Sail Moyo. Mestinya menurut Anggota DPD RI juga pemerhati budaya ini harus penampilan berbeda sesuai budaya di NTB yang tak bersifat fulgar dengan kombinasi kain tenun daerah, mengangkat kearifan lokal, tentunya akan lebih berkesan sebagai suguhan pariwisata dalam pesona Lombok – Sumbawa.

“Beda itu misalnya fashion show Sail Moyo dilaksanakan dengan mengangkat produk lokal kain tenun yang telah dimodifikasi. Misalkan saja batik batik dari kabupaten lainnya atau misalnya kain tenun khas daerah itu sendiri atau bima dikombinasikan dengan tenun – tenun di pulau Lombok,” kata dia.

Sail Moyo 2018 dengan Fashion Show yang terkesan fulgar, lanjut Baiq Diyah, tentunya mencoreng citra daerah. Terlebih saat ini NTB telah dikenal dunia sebagai penyuguh pariwisata halal terbaik.

Oleh sebab itu, sangat disayangkan, jika daerah rangkaian Sail Moyo dinodai dengan kesan yang tidak baik. Tidak hanya berpengaruh pada sudut pandang pariwisata, namun juga secara tak langsung memberikan dampak buruk bagi generasi muda yang seharusnya dapat terus menjaga nama baik daerah.

“Cukup disayangkan untuk generasi penerus bangsa kalau hal itu terjadi dan hal itu tidak diperhatikan, maka apa jadinya para generasi kita mendatang. (TN-04)

Related Articles

Back to top button