Pemerintahan

Sebanyak 2.915 Jatah CPNS Di NTB, Loteng Mendominasi

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi NTB mendapatkan kuota untuk CPNS sebanyak 2.915 dengan rincian, Provinsi NTB sendiri sebanyak 332, Lobar 185, Loteng 481, Lotim 225, Bima 332, Sumbawa 217, Dompu 173, Sumbawa Barat 226, KLU 264, Kota Mataram 262 dan Kota Bima 198.

“Yang paling banyak kuotanya yakni Lombok Tengah sebanyak 481 formasi,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTB, H Fathurrahman, Rabu (12/9)

Dia mengatakan, angka itu jauh dari kebutuhan yang dilihat dari jumlah usulan pemprov NTB dan kabupaten kota di NTB sebelumnya yaitu Pemrprov sendiri mengajukan 6.133 CPNS dengan 700 formasi terdiri dari guru kelas sebanyak 30, guru agama 18, dan guru penjaskes 18. Adapun guru mata pelajaran sejumlah 284 formasi.

Selanjutnya untuk tenaga kesehatan diusulkan 201 formasi dan infrastrukur sejumlah 149 formasi. Angka 700 itu termasuk penambahan dari jumlah Batas Usia Penisunan (BUP) per 2018 ini, sebesar 411 formasi.

Sementara untuk usulan di kabupaten/kota, kota Mataram hanya mengusulkan formasi berdasarkan BUP sejumlah 498 orang saja. Terdiri dari guru kelas 247, guru agama 17, guru penjakses 17 serta guru mata pelajaran 17 formasi. Sementara untuk tenaga kesehatan di kota Mataram diusulkan150, infrastruktur 13 dan teknis lainnya 36 formasi ditambah jabatan pelaksana satu formasi saja.

Untuk Lombok Barat, telah diusulkan 215 formasi dari BUP 205 formasi. Terdiri dari guru kelas 18 formasi, guru agama 18 dan guru penjaskes 18 serta guru mata pelajaran 56 formasi. Kemudian tenaga kesehatan diusulkan 75 formasi, Infrastruktur 11, Teknis lailainnya 24 dan jabatan pelaksana 11 formasi.

“Kita memang masih kurang dari kebutuhan tapi 2.915 yang diberikan untuk NTB. Pembukaan lagi tentu ada tahun depan,” kata dia.

Dia mengaku, kuota itu diluar rekrutmen CPNS K2 yang berjumlah ratusan yang mana data basenya telah ada sejak 2013 lalu di BKN. Syaratnyapun sudah ditentukan usia maksimum 35 tahun pada 1 Agustus 2018 dan bekerja terus menerus sampai saat ini.

Kemudian bagi tenaga pendidik maksimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K2 pada 3 november 2013. Selanjutnya bagi tenaga kesehatan, minimal berijazah Dlll yang diperoleh sebelum seleksi honorer K2 pada 3 November 2013.

“Mereka harus memiliki tanda bukti nomor ujian tenaga honorer K2 tahun 2013 juga,” terangnya.

Khusus untuk tahun ini lanjutnya, secara umum, formasi yang dibutuhkan pendidikan, kesehatan dan infrastrukur teknis. Pendaftaran pada 19 September dengan menggunakan satu portal SSCN yang ada di BKN.

Fathur juga menjelaskan untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilakukan pada 16 oktober dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan terselenggar empat hari setelah itu yaitu 20 oktober dan pengumuman kelulusan ditetapkan pada 30 November.

Adapun terkait syarat secara teknisnya BKD dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi dengan BKN regional X di Bali Denpasar.

“Termasuk apakah harus ijazah linier pada bidang yang didaftar besok selesai rakor ada kepastian. Yang jelas pelamar bisa mendaftar di daerah mana saja di NTB,” terangnya.

Disunggung soal ususlan kebijakan bagi pelamar terdampak gempa yang dokumen seperti ijazah, KTP dan lainnya yang hilang BKD juga belum berani menajawab. Sebab keputusannya pun sehabus rakor di Dempasar.

“Mungkin bisa dengan surat keterangan dan siapa yang berwewenang tanda tangan itu juga belum ada kepastian,” terangnya.

Disatu sisi, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lombok Tengah, H Moh Nazili menyampaikan, kuota penerimaan CPNS untuk Lombok Tengah Tahun 2018 ini sebanyak 481 formasi, jika tidak ada perubahan dari pemerintah pusat pendaftarannya dibuka tanggal 19 September

Dia menjelaskan, adapun kuota yang disiapkan 481 Formasi CPNS yang diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

“Formasi itu di dominasi Guru, Tenaga Medis, dan Tenaga Administrasi,” ungkapnya.

Kalaupun demikian,lebih jelasnya saat pengumuman pendaftaran CPNS. Yang jelas, proses dan mekanisme seleksi penerimaan CPNS tetap menggugat Sistem CAT atau Online. Kalau melihat kuota, bisa di bilang Loteng paling banyak dibandingkan 10 Kabupaten/Kota di NTB.

Oleh sebab itu, dihimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya atau tergiur janji oknum calo yang tidak bertanggung jawab. Terlebih embel-embel minta uang karena penerimaan CPNS ini dilaksanakan secara terbuka untuk umum.

“Kita masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat, karena dilakukan secara Online, setelah itu baru diumumkan,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button