Sosial

Belajar Dari Gempa Sichuan, Konjen Tiongkok Peduli Lombok

Mataram, Talikanews.com – Konsul Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Gou Haodong bersama rombongan Konsulat RRT Denpasar didampingi jajaran NU Peduli, mengunjungi sejumlah lokasi korban gempa bumi di Lombok, NTB.

Kedatangan Gou Haodong karena pemerintah dan masyarakat Tiongkok sangat peduli dengan korban gempa di Lombok, NTB. Sebab, tahun 2008 Tiongkok pernah dilanda gempa bumi cukup besar yang banyak memakan korban jiwa.

“Sebanyak 80 ribu jiwa nyawa direnggut Gempa tahun 2008. Sehingga ketika ada gempa di Indonesia, Lombok, kami juga bisa merasakan sedihnya para korban. Ini yang membuat masyarakat kami ikut peduli dan berusaha membantu semampunya,” ungkapnya di Kampus UNU NTB, Senin (10/9).

Oleh karenanya, ingin membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, dengan cara undang delegasi dari Universitas NU Mataram dan NU Peduli untuk berkunjung ke Provinsi Sichuan, Tiongkok. Yang merupakan kawasan terparah terdampak gempa 2008 di Tiongkok. Namun hanya butuh waktu tiga tahun untuk kawasan itu terbangun kembali.

Menurut Gou Haodong, karakter masyarakat Indonesia dan Tiongkok punya kesamaan dalam hal kegotongroyongan dan kebersamaan.

“Kami berharap delegasi bisa melihat dan belajar langsung di Sinchuan untuk kemudian menerapkannya di Lombok,” katanya.

Sebelum kunjungan lapangan, Konjen RRT Gou Haodong juga menyalurkan donasi dana secara simboli sekaligus logistik di Posko NU Peduli, untuk korban gempa di Universitas NU Mataram, di jalan Pendidikan, Kota Mataram. Yang jelas kedatangnya untuk meninjau lokasi korban gempa di Lombok, untuk lebih mengetahui kondisi dan juga apa saja yang dibutuhkan. Sejak gempa bumi terjadi di Lombok, Pemerintah Tiongkok sudah memberikan bantuan logistik dan tanggap darurat melalui berbagai model distribusi.

Menurut Gou Haodong, pasca kunjungan lapangan nanti akan dilakukan evaluasi terhadap bantuan dan donasi yang akan disalurkan selanjutnya.

“Kami akan evaluasi apa saja kebutuhan korban gempa saat ini, agar bantuan bisa lebih tepat sesuai apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga perusahaan mobil cina, Sokon (DongFeng Sokon/ DFSK) memberikan bantuan satu unit mobil operasional untuk NU Peduli.

Ketua Tim NU Peduli, Baiq Mulianah mengatakan, sejauh ini bantuan dari Tiongkok sudah disalurkann NU Peduli ke sejumlah lokasi korban gempa di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Barat.

“Pendekatan bantuan ini kami bagi menjadi enam klaster, mulai dari logistik penanganan pengungsi, kesehatan, pendidikan, sampai ke tahap trauma healing,” katanya.

Selain dari masyarakat, bantuan juga berasal dari 5 perusahaan di Tiongkok, termasuk dari Bank of China.

“Donasi dan bantuan dari pemerintah dan swasta di RRT sudah kami salurkan dan hari ini juga ada bantuan donasi yang diserahkan secara simbolik,” katanya.

“Menurutnya, total bantuan yang sudah disalurkan sekitar Rp500 juta. Namun secara keseluruhan bisa lebih karena bantuan berupa logistik seperti sembako, terpal, kebutuhan anak dan wanita, dan lain sebagainya.

Terpisah Sekretaris PW NU NTB, HL Winengan, dalam kesempatan itu mengungkapkan, solidaritas warga Tionghoa sudah ditunjukkan sejak gempa pertama hari Minggu, tanggal 29 Juli. Selain memberikan donasi untuk NU Peduli, warga Tionghwa di Bali dan Lombok, langsung mengunjungi daerah yang terdampak gempa di Lombok Timur.

“Saat itu mereka mengirim bantuan logistik dan kebutuhan sehari-hari lainnya sebanyak tiga truk,” ujar Winengan.

Winengan mengapresiasi solidaritas warga Tionghwa yang terus memberi bantuan pada masyarakat yang terdampak gempa di Lombok .

“Saya mengapresiasi warga Tionghwa yang terus memberi bantuan untuk pengungsi tanpa kepentingan apa pun. Sampai hari ini terus jalan,” kata Winengan, sambil menambahkan baru-baru ini perkumpulan warga Tionghoa membantu 100 tenda untuk kegiatan belajar-mengajar siswa.(TN-04)

Related Articles

Back to top button