Daerah

Sekda NTB : Perubahan Nama Bandara Sudah Libatkan Putria

Mataram, Talikanews.com – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H Rosiady Sayuti akhirnya membuka benang merah terkait polemik perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Usai menunaikan shalat Jum’at, sapaan Rosydi justru menyayangkan stateman kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, H. Lalu Putria yang menyatakan tidak pernah di undang untuk membahas usulan perubahan nama bandara tersebut.

Dia mengaku, tidak heran dengan penolakan dengan cara istigoshah, karena itu merupakan proses. Hanya saja, yang perlu diketahui, Pemerintah Provinsi sudah mengundang H. Lalu Putria sebelum puasa beberapa bulan lalu, untuk berdiskusi sebelum ditatapkan.

“Salah juga Putria berstateman begitu, kan sudah kita undang dan dia datang kok, malah kita sudah sosialisasi, gelar FGD,” ungkapnya Jum’at (7/9).

Menurut mantan Kadispora itu, pro dan kontra merupakan hal biasa. Akan tetapi, dirinya berharap mudah-mudahan masyarakat di Lombok Tengah bisa memahami bahwa penamaan bandara menggunakan nama pahlawan merupakan tradisi bandara.

“Bukan nama tokoh legenda Mandalika. Kita sudah punya KEK Mandalika,” kata dia.

Disinggung masyarakat menginginkan nama Bandara Internasional Lombok (BIL). Bagi dia, itu nama Gendering, sama seperti Bandara Cengkareng. Sehingga, perlu ada nama yang spesifik dan perlu diketahui, dari ujung Barat sampai Timur, bandara pasti nama pahlawan.

“Intinya, sudah beberapa kali kita undang Putria berdialog, sebelum puasa, dia datang kok,” tegas Rosydi.

Bagaimana soal pengakuan bahwa ada surat penolakan pergantian nama bandara dilayangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah? Sekda mengaku, tidak pernah membaca surat itu. Intinya berharap, mudah-mudahan Loteng memahami punya bandara yang dibanggakan nama pahlawan nasional.

“Dimana-mana bandara pasti nama pahlawan nasional,” tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button