Nasional

Senator NTB Ini Pertanyakan Mahalnya Harga Tiket, Ini Jawaban Pimpinan Airlines

Jakarta, Talikanews.com – Komite II DPD RI di wakili Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa maskapai penerbangan Indonesia. Rapat tersebut digelar lantaran adanya keluhan masyarakat mahalnya harga tiket pesawat dari Lombok maupun tujuan Lombok mencapai Rp 2 juta saat bencana gempa bumi di NTB terjadi.

“Kami bertanya-tanya, kenapa harga tiket dari dan ke Lombok luar biasa mahalnya, padahal saat itu kami dalam musibah,” tegas Senator asal NTB, Baiq Diyah di Jakarta, Kamis (6/9).

Dia mengatakan, apa yang terjadi dinilai tidak tepat karena pada saat seperti itu, kemungkinan besar, banyak warga NTB yang mengungsi keluar daerah. Ataupun terdapat sanak keluarga yang ingin menengok dan lainnya.

“Ini tidak dibuat-buat, benar adanya. Masyarakat juga sangat mengeluhkan hal itu. Sehingga mau tidak mau, harus mengeluarkan banyak uang. Situasi tersebut jelas memberatkan pada kondisi pasca bencana,” geram sapaan Ganefi.

Terkait hal itu, Direktur Niaga Domestik PT. Garuda Indonesia Nina Sulistyowati membatah telah menaikkan harga tiket. Malah, pihaknya berkontribusi aktif saat gempa terjadi.

“Menurut laporan yang saya terima, tidak pernah mencapai harga tinggi, bahkan kami mengratiskan tiket untuk relawan juga bantuan dalam bentuk cargo,” cetusnya. .

Dia menjelaskan, harga tiket maskapai Garuda telah diatur oleh pemerintah. Dimana harga tiket memiliki batas bawah dan atas. Namun demikian, adanya koreksi dan masukan yang diberikan akan menjadi perbaikan maskapai kedepannya.

“Tapi jika benar, akan kembali kami cek, ini sekaligus sebagai koreksi untuk kami di saat-saat bencana,” tambahnya.

Senada disampaikan Managing Director Lion Group Daniel Putut Kuncoro Adi. Dia mengatakan hal serupa. Dimana pihak maskapainya juga mengratiskan bantuan yang akan didistribusikan ke Lombok.

“Kami sama dengan maskapai lain, mengratiskan bantuan. Baik itu bantuan berupa relawan atau cargo,” katanya.

Bahkan dirinya menyarankan, naiknya harga tersebut dapat ditanyakan langsung pada pemerintah. Karena dalam menentukan harga tiket, tiap maskapai mematok berdasar peraturan dari menteri perhubungan.

“PM 14 Tahun 2014 itu ada kota atau destinasi harga termahal dan harga termurah, jadi bisa dilihat disana,” paparnya.

Mendengar hal itu, senator asal NTB ini tetap berharap maskapai terus memiliki upaya untuk meringankan beban korban bencana. Hal ini tidak hanya berlaku di NTB. Namun juga daerah lain yang kiranya mengalami bencana. (TN-04)

Related Articles

Back to top button