Hukum & Kriminal

Bule Inggris Dibegal, Langsung Minta Pulang

Lombok Tengah, Talikanews.com – Aksi pembegalan dengan kekerasan masih saja terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Kali ini, korban atas nama Dominiq warga negara Inggris mengalami patah tulang akibat dibegal orang tak dikenal.

Salah seorang pegiat wisata juga teman korban bernama, Fitrie Tampubolon menceritakan ada sedikit kejadian yang sangat tidak berkeprikemanusiaan. Kejadian itu sekitar pukul 10.30 wita pada Selasa (4/9) di Tampah Kabupaten Lombok Tengah.

Dimana, wisatawan asing Dominiq yang menginap di Hotel yang kebetulan milik kakaknya di Kuta, pagi hari mau ke Selong Belanak. Akan tetapi, dalam perjalanan, ada 2 orang pemuda tidak dikenal membegal dan merampok Dominiq, akibat itu semua, Uang, ATM, dan Go pro milik Dominiq di ambil pelaku. Selain korban mengalami kerugian materi sekitar Rp 20 juta, juga mengalami patah tulang pada kaki serta cedera serius terjadi babak belur di dengkul dan tangan.

“Kami sudah melapor ke polisi dari siang di sektor kuta. Namun sampai saat ini belum ada respon. Alasan petugas, karena lokasi kejadian bukan di Kuta. Jadi mereka gak bisa di proses,”” ungkapnya, Selasa malam (4/9).

Sebagai masyarakat dan pegiat seni yang begitu gencarnya mempromosikan Lombok dengan karya-karya visualisasi untuk menarik sedemikian wisatawan datang ke Lombok, bisa dibilang sia-sia karena keamanan belum dijamin.

Dan dalam kondisi Lombok lagi berduka, wisatawan sepi, tapi ketika ada yang mencoba berani datang malah di begal.

“Besok siang Dominiq akan balik ke negaranya Inggris karena trauma dalam. Saya kecewa dengan pelayanan kepolisian yang tidak sigap respon kejadian serius ini,” tutupnya sembari meminta jika ada teman-teman berniat membantu saya, mungkin sebelum tamunya pulang kita bisa berikan solusi. Tapi kalau memang tidak bisa, apa boleh buat. Lagi-lagi saya telan pil kekecewaan yang ke 3 kalinya.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana, menyampaikan, berdasarkan info awal hasil koordinasi dengan reskrim bahwa kejadian tersebut terjadi kemarin di jalan raya Dusun Mawun, Desa Tumpak.

“Kasus tersebut di ambil alih penanganannya oleh Sat Reskrim Polres Loteng,” kata dia.

Yang jelas, hasil koordinasi tadi malam pukul 24.00 wita dengan Kapolres dan Kasat Intel dan telah ditinjuti dengan melakukan konfirmasi juga anggota polsek Kuta Brigadir Sudirman bahwa hingga malam ini pukul 00.30 wita tidak ada laporan terkait dengan hal tersebut.

Dan polsek Kuta masih terus mencoba mencari kejelasan adanya kasus tersebut. Perkembangan akan dilaporkan.

“Kami sudah coba berkali-kali telepon sumber informasi yakni Fitrie Tampubolon pada pukul 00.37 wita, namun tidak di angkat. Polres Loteng pagi ini akan cek kepada keluarga korban di Kuta.(TN-04)

 

Related Articles

Back to top button