Pemerintahan

Edaran Kanmenag Soal Pengeras Suara Di Tanggapi Pedas Dewan NTB

Mataram, Talikanews.com – Adanya Surat Edaran yang edarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, terhadap aturan penggunaan alat pengeras suara bagi Langgar, Mushala dan Masjid. Mendapat tanggapan pedas dari angga DPRD NTB, H Johan Rosihan. 

Politisi PKS itu meminta kepada masyarakat terutama pengurus Masjid menggunakan bahasa sasak “ini tidak perlu dirunguk” atau jangan dihiraukan.

“Lagian apa urgensinya sih ngatur-ngatur speaker masjid segala,” ungkapnya di Selasa (4/9).

Dia kembali pertegas alasan minta masyarakat supaya tidak menghiraukan edaran Kanmenag itu karena speaker masif di lombok dan Multi fungsi, mulai dari panggilan adzan sampai pengumuman akan ada pos Yandu.”Masif is mesjid ,” kata dia.

Ketua Fraksi PKS itu menuturkan bahwa dirinya terharu saat gempa pertama kali melanda Lombok. Dimana, salah satu Masjid yakni di Sekarbela, justru dari speaker masjid lah petugas kepala lingkungan memberi komando mitigasi kepada warga sekitar.

“Yang buat edaran ini kurang gaul kali ya, atau Ndak ngerti managemen Masjid. Kalau dia terganggu dengan suara adzan bukan bodoh lagi tapi sudah gak bener itu,” sentilnya.

Surat Edaran nomor B.3051/Kw 19.3/BA.01/8/2018 tentang penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Mushala, mendapat pertanyaan balik dari beberapa netizen dimana netizen tersebut heran “Koq hanya masjid dan mushalla yang diatur pengeras suaranya?. (TN-04)

Related Articles

Back to top button