Ekonomi

ACT Akan Bangun Warung Wakaf dan Desa Wakaf Untuk Korban Gempa Lombok

Mataram, Talikanews.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berusaha membantu dalam pemenuhan kebutuhan logistik korban gempa bumi Lombok. Termasuk, pusat informasi gempa bumi dengan harapan, masyarakat tidak lagi termakan isu hoax.

General Manager media network development ACT, Lukman Azis Kurniawan menyampaikan bahwa ACT memiliki program warung wakaf dan desa wakaf. Dimana untuk warung wakaf itu merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini nantinya diberikan kepada warga korban gempa yang kehilangan mata pencaharian pasca gempa. Mereka diberikan stimulus bantuan usaha berupa warung di danai dari program dana wakaf. Program ini kerjasama ACT dengan perusahaan Sodaqoh mart milik ACT dalam penyediaan isi warungnya,” ungkap dia di Mataram, Senin (3/9).

Untuk Desa wakaf sendiri, akan dibangun di desa yang kondisinya sebagian besar hancur. Didalamnya akan dibangun sekolah, rumah ibadah, hunian, lumbung ternak dan lumbung pangan yang semuanya dibiayai dari program wakaf.

Terhadap rencana tersebut, masih dilakukan assasment mengenai jumlah. Karena, perlu pendataan akurat sehingga harus dipastikan, jangan sampai target sebanyak 1000, ternyata yang benar-benar kehilangan mata pencaharian pasca gempa hanya 500 orang.

Yang dibantu program warung wakaf yang benar-benar usahanya hancur dan sulit bangkit lagi. Kalau pun PNS, petani, peternak yang usahanya tidak hancur terkena gempa tentu tetap bisa survive. Tapi kalau usahanya musnah akan support dengan warung wakaf.

Semua ini lanjutnya, bagian dari upaya mengembalikan kehidupan roda perekonomian masyarakat yang tertimpa musibah.

“Insya Allah sambil kita lakukan penanganan emergency, warung wakaf adalah program recovery untuk membantu ekonomi korban gempa yang kehilangan mata pencaharian. Namun, kita turunkan team untuk meriset berapa banyak yang perlu dibantu dengan stimulus usaha warung wakaf,” ujarnya.

Selain program tersebut, ACT terus berusaha memulihkan trauma masyarakat melalui program-program pasca seperti mendirikan Pusat Informasi untuk Gempa Bumi Lombok dan Sumbawa (Information Center for Lombok and Sumbawa Earthquake) sebagai tempat rujukan bagi media dalam mencari informasi terbaru tentang gempa Lombok.

Dimana, Pusat Informasi ini tidak hanya dibangun di Lombok akan tetapi juga di Jakarta dan 15 Kantor Cabang ACT lainnya yang ada di Indonesia.

“Selain menjadi sumber informasi bagi media, fasilitas ini juga menjadi sumber informasi valid bagi Non-Governmental Organization (NGO) dan stakeholder lain,” tutur Lukman Azis.

Untuk menjaga kualitas dan keakuratan informasi, ACT menurunkan relawan-relawan terbaik yang disebar di posko-posko pengungsian, sehingga data yang didapat adalah data yang valid dan langsung dari lapangan.

“Pusat Informasi untuk Gempa Lombok dan Sumbawa bisa menjadi rujukan media dalam pembuatan berita. Video dan foto-foto yang diberikan berstandar jurnalistik bertujuan dapat melawan atau meminimalisir video maupun foto hoax yang mudah tersebar di masyarakat,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk di Lombok, Pusat Informasi ini berada di tiga titik yaitu di Bandara Internasional Lombok, di Kota Mataram yang berlokasi di sekitar Jalan Sriwijaya, dan di Pelabuhan Lembar Lombok. Di titik-titik tersebut sudah terdapat para relawan yang siap memberikan informasi dan perkembangan kepada para pengunjung mengenai kondisi pasca-gempa di Lombok.

“Nah, yang di Kota Mataram akan dilengkapi fasilitas dan sarana setara media center pada umumnya. Didalamnya, akses mudah internet, perangkat penulisan pemberitaan, dan ruang konferensi pers. Untuk di bandara dan pelabuhan akan ditempatkan di alur kedatangan bandara dan pelabuhan,”papar Azis

Informasi yang akan disampaikan nanti diperoleh dari tim yang berada di Mataram akan didistribusikan ke sejumlah lokasi Pusat Informasi lain yang berada di pelabuhan, bandara, Jakarta maupun daerah-daerah lainnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button