Pariwisata

Mbuju Kembangkan Ekonomi Mangrove

Foto: Penanaman Sepanjang obyek wisata Toro (Bukit) Matompo dan Paropa, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, oleh sejumlah elemen, Minggu (2/9).

Dompu, Talikanews.com – Kawasan toro (Bukit) Matompo dan Paropa, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, ditanami 650 pohon mangrove, Minggu (02/09) lalu.

Kades Mbuju, Abdullah Mursalin mengatakan, Ke depan Desanya akan mengembangkan wisata hutan mangrove untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove karena memiliki keistimewaan serta banyak manfaat,” katanya usai penanaman mangrove.

Abdullah memaparkan, hutan mangrove yang dikelola dengan baik bisa menjadi potensi menambah destinasi wisata alam di daerah ini. Salah satunya hutan mangrove di So Panihi dan Paropa yang masih alami.

“Jika kita pelihara dengan baik tidak menutup kemungkinan tempat ini dapat menambah spot wisata alam yang ada di sini,” katanya.

Menurut dia, untuk mencapai cita-cita ini tentu tidak cukup jika hanya pemerintah saja yang bergerak.

”Untuk itu seluruh komponen masyarakat yang ada di Desa Mbuju harus mengambil peran, agar apa yang kita impikan untuk membuat pariwisata Desa Mbuju ini semakin di kenal dan lebih menarik wisatawan berdatangan,” cetusnya.

Terpisah, Ketua Panitia Mbuju Featival, Ady Ardiansah, mengungkapkan kegiatan ini dilakukan oleh Panitia Mbuju Festival bersama K Pencinta Alam Dompu, Pihak Sponsor (PT Pegadaian Unit Dompu), dan Komunitas Tangan Diatas (TDA).

”Kegiatan ini tujuannya untuk mempererat hubungan antar sesama panitia dan sejumlah element yang selama ini telah membantu menyukseskan event Mbuju Festival, terutama kepada pihak sponsor,” bebernya.

Ia menuturkan, penanaman mangrove di kawasan pantai manfaatnya sangat banyak. Karenanya sebagai generasi penerus wajib untuk melestarikan pantai.

”Salah satu manfaat adanya mangrove yakni menahan abrasi laut yang selama ini terus menerjang jalan lintas Kilo,” jelasnya.

“Jika terus terjadi abrasi, maka akses jalan di Kilo akan terputus. Selain itu, guna mendukung pengembangan pariwisata Desa Mbuju khususnya untuk Ekowisata,” tambahnya.

Ady mengatakan, hutan mangrove mempunyai keistimewaan dalam berbagai aspek, baik fisik, ekologi maupun sisi ekonomi, sehingga akan mempercepat pengembangan wisata di desa setempat.

”Aspek fisik mangrove di antaranya memiliki akar banyak dan batang kokoh, sehingga mampu mencegah bahaya ombak dan abrasi air laut. Sedangkan dari sisi ekologi manggrove mampu berfungsi sebagai filter polusi air dan udara karena dapat tumbuh pada kondisi tanah berlumpur serta menjadi tempat habitat biota laut berkembang biak,” beber pria yang juga menjadi anggota pencinta alam ini.

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kecamatan Kilo Chairul mengatakan mangrove sangat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil.”Kehadiran populasi pohon dan semak yang ada pada kawasan hutan mangrove tersebut dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai.

Selain itu, peran penting Hutan Mangrove lainnya yakni melindungi pantai dan tebing dari kerusakan, seperti erosi dan abrasi,” bebernya.

Dari sektor ekonomi, Hutan Mangrove juga memberikan pendapat alternatif bagi nelayan.

”Nantinya masyarakat setempat menjadikan kawasan Mangrove sebagai lahan untuk mengais rezeki. Dalam satu bulan kawasan magrove bisa menghasilkan 50-60 liter madu,” terang lelaki parubaya ini.

“Dampak lainnya adalah semakin banyaknya kepiting bakau di Hutan Mangrove yang membuat penghasilan para nelayan bertambah,” sambungnya.

Dengan demikian, lanjut Chairul, melihat peran penting dan potensi besar yang dimiliki dari Hutan Mangrove baik dalam sektor ekonomi maupun pelestarian lingkungan hidup, sudah selayaknya masyarakat dan berbagai elemen pihak mendukung dan berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan hidup demi kemaslahatan bersama.

”Ayo lestarikan hutang bakau,” ajaknya.

Selain itu, dilihat dari sisi ekonomi mangrove menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan biji untuk dibuat berbagai pangan atau minuman serta berbagai macam manfaat lainnya.”Hutan ini sangat penting bagi kita semua untuk dapat benar merawat alam sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,” ujarnya. (TN-05)

Related Articles

Back to top button