Hukum & Kriminal

Polda NTB Cari Kebenaran Terkait Video Yang Viral Di KLU

Mataram, Talikanews.com – Penyidik Polda NTB sedang gencarnya mencari kebenaran terkait beredarnya video dugaan yang dikaitkan dengan kegiatan trauma healing terhadap korban gempa bumi di Onggong Lauk, Desa Taniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, beberapa waktu lalu.

Video tersebut dinilai membuat kondusifitas keamanan daerah pasca gempa terganggu. Ditambah ada dugaan pembagian buku rohani kepada korban gempa di wilayah Kayangan.

Terkait hal itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri dikonfirmasi mengatakan, untuk mencari fakta-fakta yang benar dalam mengungkap kebenaran demi keamanan masyarakat, penyidik sudah memanggil Dewi Handayani warga Onggong Lauk, Desa Taniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, yang diduga merekam kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh relawan bencana dari luar NTB.

“Jadi kalau baru mau mencari kebenaran jangan dihebohkan. Itu hanya proses saja,” ungkapnya, di Mataram, Jum’at (31/8).

Achmat Juri menegaskan, informasi yang tidak benar pasti ditindaklanjuti, yang penting tetap mengacu pada peristiwa.

Disinggung pemanggilan Dewi selaku orang yang pertama merekam kegiatan trauma atas permintaan seseorang? Dia menyampaikan, tidak ada permintaan siapapun, penindakan ini merupakan kewajiban Aparat penegak hukum untuk menegakkan kebenaran.

“Yang benar kita dudukkan benar. Makanya, saya minta ke teman-teman media supaya buat yang baik, jangan bikin masyarakat gelisah. Kalau salah buat berita, bakal salah loh akibat,” cetus dia.

Bagaimana dengan informasi bahwa, akan ada dukungan moril dari berbagai Ormas untuk Dewi?

Dia kembali menegaskan, Polda masih mencari rujukan yang bisa meluruskan informasi yang keliru.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada semua pihak supaya tetap tenang, jangan terpengaruh informasi belum tentu benar.

Bagaiamana dengan adanya dua video yang beredar, satunya dibuat oleh ‘One Care’ yang menampilkan adanya buku rohani dan tikar bertulisan tentang agama diluar islam? Bagi Kapolda pengganti Irjen Pol Umar Saptono itu menambahkan, video One Care itu juga masih proses mencari kebenaran.

“Jangan diputar-putar lah, yang jelas kami masih cari kebenaran,” tegasnya.

Terpisah, kuasa hukum Dewi Handayani yakni, Kurniawan menuturkan, saat ini Dewi dipanggil oleh Direktorat Reskrimsus Polda NTB, untuk diklarifikasi terkait Video yang dibuat oleh One Care dan Dewi.

“Tadi, Dewi ditanya seputur video karya One Care, tapi dijawab tidak tahu,” terangnya.

Dimana, Dewi hanya membuat video yang sempat viral di KLU saja.

“Dewi tidak punya niat yang lain, hanya bertanya apakah kegiatan trauma healing itu ada misi sesuatu karena terkesan dipercikkan air dan seperti ada nyanyian rohani,” tungkas dia.

Intinya Dewi sudah memberikan keterangan dan dari kuasa hukum siap mendampingi hingga kasus tersebut tuntas.

“Saya hanya berharap, isu ini tidak diperpanjang pihak aparat penegak hukum,” tutupnya sembari, klarifikasi ini akan dilanjutkan setelah shalat Jum’at .

Untuk diketahui, sebelum Dewi Hanyani memberikan keterangan di Polda. Terlebih dahulu bertemu pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB. Setelah itu Dewi yang dikawal puluhan orang dari pentolan Ormas menuju Polda.(TN-04)

 

Related Articles

Back to top button