Sosial

Catat 1.943 Kali Gempa, BMKG: Susulan Masih Akan Terjadi

Mataram, Talikanews.com – Badan Meteor Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, gempa susulan akan terjadi dua bulan kedepan, namun kekuatan melemah. Data BMKG sejak tanggal 29 Juli sampai Rabu (29/8) tercatat sebanyak 1.943 kali terjadi gempa baik yang dirasakan maupun tidak.

Kepala Geofikasi BMKG Mataram, Agus Riyanto menyampaikan, guncangan gempa Lombok Timur dan Lombok Utara yang sempat merusak rumah warga itu, bentuk melepaskan energi. Artinya, energi patahan utara saat itu sudah keluar semua. Sehingga, kemungkinan gempa berkuatan tinggi tidak akan terjadi. Akan tetapi, gempa susulan masih akan terjadi frekuensi melemah.

Dia juga memaparkan alasan kenapa gempa itu terjadi ke bagian Timur Papua karena disana ada patahan ke flores yang sedang aktif. Untuk menyasar di wilayah terdekat masih ada kemungkinan terjadi karena masih mengeluarkan energi yang tersisa,” ungkapnya Rabu (29/8).

Agus kembali mengupas soal gempa susulan di NTB sebenarnya tiap hari terjadi, tentunya ada yang dirasakan oleh manusia dan ada pula yang tidak, untuk yang tidak diraskan hanya mampu di baca alat BMKG. Kendati demikan, alat tersebut tidak bisa membaca atau menentukan berapa jumlah energi yang masih tersisa di NTB, kata lain susah ditebak, karena pada dasarnya BMKG hanya monitor setelah gempa.

“Sebenarnya di Lombok, tren gempa sejak 19 Agustus sudah menurun. Itu terbukti dari masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Kalau pun begitu, BMKG tidak ada kewenangan menyuruh masyarakat pulang, melainkan itu tugas Dinas PUPR,” kata dia.

Dia meminta agar masyarakat selalu waspada karena gempa susulan masih mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu 2 bulan kedepan sesuai peruluh pasca gempa.

“Gempa tidak bisa diprediksi dan sebenarnya gempa itu tidak berpindah seperti orang menyebutnya. Pada dasarnya memang gempa terjadi dari sumber yang jelas yakni akibat pertemuan dua lempeng besar,” tuturnya.

Yang jelas, pihaknya masih terus memonitor gempa susulan yang terjadi dengan frekuensi dan kekuatan semakin kecil dan berharap, dalam waktu dekat bahkan kemungkinan tidak terlalu lama akan normal lagi.

Kalau dari analisa keilmuan BMKG, bagaimana posisi lempeng juga sesar naik flores, apakah akan berpindah ke NTB dan akan terjadi gempa lagi,? Agus menegaskan soal gempa bumi yang terjadi setiap hari itu, sebenarnya hampir terjadi diseluruh dunia. Namun seperti gempa di Jawa berbeda dengan gempa di Kabupaten Lombok Utara karena sumber gempa juga berbeda.

“Yang terjadi diselatan terakhir Kupang akibat dari subduction lempeng Australia yang berusaha masuk ke lempeng Uero Asia, mengalami gesekan sehingga mengeluarkan energi,” paparnya meyakinkan masyarakat.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada karena gempa susulan masih tetap ada meskipun ukurannya kecil dan meminta kepada masyarakat, ketika menerima informasi harus tetap mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG baik melalui situs bmkg.co.id, aplikasi android info BMKG, instagram, tweeter maupun Facebook,” pungkasnya. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button