Daerah

Aspirasi Tak Ditanggapi, Pedagang Pasar Renteng Kembali Gedor Kantor Dewan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sudah dua kali para pedagang pasar Renteng, Praya Lombok Tengah untuk menyampaikan aspirasi supaya diberikan solusi lokasi mengais rejeki pasca terbakar pusat belanja tradisional itu. Hanya saja, apa yang manjadi aspirasi tak kunjung direspon, sehingga kembali gedor kantor DPRD Loteng.

Kedatangan mereka kali ini didampingi Formapi NTB, Ikhsan Ramdhani dan pentolan Aktivis seperti Lalu Tajir Syahroni, Bustomi Taefuri yang langsung diterima ketua DPRD Loteng H. Puaddi di ruang sidang utama Kantor DPRD Loteng, Rabu (29/8).

Selaku Koordinator, Ikhsan Ramdhani mengatakan, kecewa atas sikap para DPRD Loteng yang tidak menemui para pedagang padahal sudah bersurat dan menilai dinas yang ada, sangat lambat sekali menangani para pedagang. Dimana saat ini mereka mempunyai masalah kekurangan dana untuk modal, mestinya pemda memberikan modal tanpa bunga.

“Pedagang hanya meminta terminal renteng untuk dijadikan lokasi sementara berjualan dan pedagang menolak untuk dipindahkan ke lokasi PTP Puyung (timur pembangunan Kantor Bupati) dengan alasan letaknya jauh disamping itu meminta permodalan untuk pedagang tanpa bunga,” ungkapnya.

Apa yang menjadi tuntutan ditanggapi Ketua DPRD Loteng H. Puaddi dan berjanji bahwa Pemda akan membuatkan tempat lapak jualan sementara yang nantinya sama rata dan tidak membeda-bedakan. Disamping itu Pemda dan DPRD Loteng sudah sepakat membahas APBDP 2018 akan mengeluarkan anggaran sekitar 5 M untuk penanggulangan bencana.

“Kedatangan para pedagang sekarang ini menjadi refrensi dewan untuk menjabarkan keuangan dalam APBDP 2018, selain itu Pemda Loteng sudah membicarakan dengan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan pasar renteng secara permanen,” kata dia.

Untuk diketahui, awalnya para pedagang sempat tegang saat diterima Ketua Komisi III DPRD Loteng H. Mayuki di ruang Banmus. Lantaran, H Mayuki harus menunggu Dishub Provinsi NTB yang tak kunjungi tiba. Hal itu membuat massa makin emosi sehingga korlap aksi dan para pedagang berorasi didepan ruang sidang utama. Dimana saat itu anggota Dewan lainnya sedang sidang paripurna.

Akibatnya sempat bersitegang antara korlap aksi dengan pihak keamanan dan akhirnya massa diterima dipersilahkan menuju ruang sidang utama untuk berdialog. (TN-01)

 

Related Articles

Back to top button