Hukum & Kriminal

Polres Loteng Gelar Rakor Forkopimda Pasca Bencana Gempabumi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sudah hampir 1 bulan Lombok terkena bencana gempabumi dan berbagai elemen sudah banyak andil dalam membantu korban pasca bencana gempabumi, termasuk diantaranya Kepolisian Resor Lombok Tengah.

Dalam menyikapi kondisi kamtibmas pasca gempabumi, Kepolisian Resort Lombok Tengah, menggelar rapat koordinasi Forkopimda penanganan pasca bencana gempabumi dan analisa evaluasi kamtibmas khususnya di wilayah Kabupaten Loteng, Selasa, (28/8) di Aula Mapolres Loteng.

Dalam sambutannya Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rachman tidak hanya menjabarkan tentang kondisi wilayah yang terdampak gempa dan penangannya, melainkan juga menjelaskan kondisi kamtibmas yang menurutnya mengalami peningkatan angka kriminalitas di tahun 2018 naik 23 kasus dengan total kasus hingga bulan Juli sebanyak 316 kasus.

“Kejahatan di Loteng sifatnya konvensional jalanan dan menahun, dimana catatan kriminal di wilayah Polres Loteng mengalami peningkatan menjadi 23 kasus dan tahun 2018 sebanyak 316 kasus dengan rumus hitungan setiap 6 jam sekali terjadi kriminalitas di wilayah Loteng,” bebernya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa prioritas penanganan kasus yakni curat, curas dan curanmor.

” Untuk kasus narkoba ada 17 kasus dan sekarang semua dalam proses, dengan jumlah tersangka 17 orang dan paling banyak wilayah Kecamatan Praya, ” imbuhnya. 

Sementara kaitan dengan penanganan pasca bencana gempabumi, orang nomor satu di jajaran Polres Loteng ini mengatakan, Polres sudah pernah berbuat dan membantu korban bencana gempabumi namun tidak semua tercover didatangi.

“Kita fokus penanganan bencana di wilayah Loteng karena wilayah lain sudah ada pasukan lainnya, dan Polres Loteng sudah turun ke lokasi gempabumi,” terangnya.

Sedangkan Sekda Loteng H. Nursiah yang saat itu hadir dalam rakor tersebut, mengapresiasi jajaran kepolisian yang sudah semaksimal mungkin turun ke lapangan membantu korbam bencana dan juga sudah melakukan penjegahan terjadinya kasus kriminal di wilayah Kabupaten Loteng.

” Saya harapkan para Kades bisa membuat regulasi atau awek-awek untuk mendukung terciptanya keamanan yang kondusif, bersinergi dengan pihak kepolisian dan TNI,” harapnya.

“Situasi gempa saat ini diharapkan kita semua untuk meningkatkan siskamling agar wilayah kita tetap aman dan terjaga karena banyak warga kita takut akan gempa dan tsunami sehingga mereka memilih pindah, membuat tenda dan meninggalkan rumahnya, hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan,” tutupnya.

Sementara Pasi Inteldim 1620/Loteng Lettu Inf Suliono SIP juga menyampaikan, Keamanan yang kondusif akan terwujud jika semua element peduli akan menjaga lingkungannya masing-masing, dimana TNI-Polri dan satgas bencana Pemda sudah saling bersinergi dalam penanganan pasca gempa sehingga semua peraolan dapat ditangani secara cepat.

“Saat ini yang perlu kita sikapi adalah memberi ketenangan terhadap masyarakat dengan mencounter isu-isu yang tersebar baik di medsos maupun pesan singkat lainnya,” pungkasnya.(TN-03)

Related Articles

Back to top button