Pemerintahan

Pemprov NTB Undang Tim Ahli Australia Cek Kondisi Bangunan

Mataram, Talikanews.com – Sebanyak 7 orang Tim Kebencanaan Australia atau tim teknis urusan struktur bangunan, datang ke Provinsi NTB untuk melakukan assesman kondisi bangunan yang rusak akibat guncangan gempabumi sebulan terakhir.

Kedatangan Tim Assesman atau BNPB Australia yang terdiri dari 3 orang Insinyur, 3 orangnya lagi bagian teknis dan satu lagi kepala Management Bencana Australia yakni Mark Reilly tersebut atas permintaan Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin.

“Kami datang ke NTB atas permintaan pemda untuk melihat kondisi bangunan pasca gempa,” ungkap kepala Management Bencana Australia, Mark Reilly , di Mataram Rabu (29/8).

Dia menjelaskan, Tim kebencanaan dan spon Australia bekerja sama dengan Dinas PUPR Provinsi NTB. Dimana, Dinas PUPR juga menyiapkan 50 orang untuk melihat kondisi bangunan apakah masih layak digunakan atau harus direhabilitasi dan bisa juga direkomendasikan pembangunan ulang.

“Kami juga akan berikan pelatihan cara mengkroscsk bangun gedung yang baik. Kami akan bekerja selama 2 minggu,” kata dia.

Mark menjelaskan, Tim akan membantu mereview menilai kondisi bangunan dengan menggunakan alat, apakah sudah sesuai standar nasional atau tidak. Bahkan, Tim akan berikan instrumen cara pembangunan sesuai standar Internasional.

Dia mengaku, sebanyak 180 gedung milik pemerintah provinsi yang rusak sesuai data Dinas PUPR , diantaranya gedung pemerintah, gedung sekolah dan gedung kesehatan yang akan dicek kondisi.

Dia menambahkan, ada instrumen dari Universitas Gajah Mada (UGM) struktur pembangunan yang bagus dan instrumen tersebut hampir sama dengan instrumen yang dimiliki negara Australia.

Kalau mengacu ke instrumen tersebut ada kategori mirip kerusakan terlihat pada lapisan luar tidak pada struktur bangunan, jika rusak berat maka akan direkomendasikan untuk dihancurkan bangunan.

“Nanti kami akan gunakan skema warna, kalau hijau aman, jika kuning maka kurang aman dan merah maka tidak boleh digunakan, harus dibangun kembali,” paparnya.

Dia mencontohkan hasil uji sampel pemeriksaan awal di gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, yang bagian depan atau gede utama diberikan nilai merah, artinya tidak boleh dimasuki harus dibangun ulang karena strukturnya sudah rusak .

“Ada kerusakan sedang dan ringan juga. Kalau bicara keseluruhan, kompleks Disdikbud secara struktur kuat, tapi karena adanya gerakan secara terus menerus akibat gempa sehingga posisi struktur mengakibatkan lebih parah,” terang dia.

Terakhir, mengenai wilayah mana saja yang akan dikroscek, tim akan koordinasi dengan Dinas PUPR. Akan tetapi, dimulai dari Kota Mataram.

“Kami akan bekerjasama dengan insinyur lokal,” tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button