Daerah

TGB Janji Rehabilitasi dan Rekonstruksi Korban Gempa Diperpanjang

Mataram, Taliaknews.com – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyampaikan, masa transisi kepemimpinannya akan berakhir tanggal 17 September mendatang yang akan diambil alih gubernur terpilih Dr Zulkiflimansah. Dengan demikian, masa rehabilitasi dan rekonstruksi NTB pasca gempa pun akan berakhir juga.

Kalau pun demikian, dirinya meyakini akan diperpanjang oleh gubernur terpilih setelah dilantik. Akan tetapi, jika ada kendala, jelas akan diambil alih pemerintah pusat.

“Jangan khawatir, penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi NTB jelas akan dilanjutkan gubernur terpilih,” ungkapnya di Mataram, Selasa (28/8).

Dia menyampaikan, saat ini pemerintah pusat sedang menangani rehabilitasi dan rekonstruksi NTB pasca gempa, baik rumah warga, gedung kantor pemerintahan. Sama seperti kantor desa yang rusak akibat gempa, diberikan dana stimulan bagi 66 desa . Dimana, per desa mendapatkan sebesar Rp 50 juta, itu pun akan dilihat tingkat kerusakan paling parah terdampak.
Khusus gedung kantor pemerintahan seperti kantor pelayanan di Pemprov NTB, belum dibahas, namun itu merupakan bagian dari Inpres. Didalamnya merupakan tugas Kemen PU Pera, termasuk puskesmas, rumah sakit dan sekolah.

“Mudahan selesai dalam kurun waktu 1 tahun,” katanya.

Sapaan TGB mengaku, massa transisi, seluruh pelayanan tetap beroperasi, tim medis, tim kesehatan, posko kesehatan apung, baik posko sifatnya statis maupun mobile yang menjangkau ke wilayah yang ada pengungsi harus tetap beroperasi.

“Begitu halnya sarana pendidikan darurat harus tetap berfungsi merupakan tambahan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar dia.

Saat ini lanjutnya, proses verifikasi rumah terus berjalan untuk mengetahui berapa yang rusak, pembersihan area robohan rumah dan tempat-tempat wisata. Karena, ada 2 hal secara paralel yang harus tetap berjalan yakni, pelayanan tanggap darurat dan penyiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Gubernur dua periode itu menjelaskan, ada kebijakan dari pemerintah bagi rumah korban gempa yang rusak sesuai kreteria yakni Rp 50 juta bagi rusak berat, Rp 25 juta rusak sedang dan Rp 10 juta rusak ringan.

Akan tetapi, tidak serta merta masyarakat langsung ambil dananya sendiri karena harus difasilitasi oleh BNPB, bersama TNI dan pihak terkait seperti Desa karena, data awal penerima diajukan desa. Untuk pembangunan, sudah disiapkan modul dengan berbagai pilihan rumah, mau pakai kayu, terplek, rumah tahan gempa tergantung dari korban.

“Jika ingin sisihkan uang pembangunan dengan buat rumah menggunakan terplek, dipersilahkan, tidak ada ketentuan namun rekomendasi rumah yang ramah lingkungan,” tuturnya.

TGB menambahkan, ada sebagian warga sudah disalurkan bantuan, ada juga sedang proses verifikasi yang harus diketahui desa, karena desa melakukan inventarisasi.

“Kebutuhan NTBbangunkembali terus berkembang, estimasi kerugian sarana rusak Rp 7.7 triliun. Tapi, dari pusat sudah siap Rp 4 triliun kalau pun bertahap, akan berakhir 2019,” terang dia.

Disinggung adanya pengakuan Banggar DPRD NTB bahwa belum ada bentuk nyata bantuan pusat karena tidak masuk APBDP NTB 2018? Soal transfer dari pusat, sudah jelas ada inpres dan bebankan ke daerah juga.

“Insya allah tahun depan, anggaran daerah akan di efisiensi. Termasuk efisiensi biaya rutin untuk anggaran rehab juga,” tungkas dia.

Intinya, NTB terus mendapat perhatian, saat ini saja, ada bantuan dari Mendagri yang terkumpul dari para ASN, Korpri sebesar Rp 700 juta.

“Ini tanda kebersamaan bagi saudara yang terkena musibah di NTB,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button