Sosial

Kasdiono: Jangan Pikir Recovery Infrastruktur Saja, Bangun Mental Anak Lebih Penting

Mataram, Talikanews.com – Dampak gempabumi yang mengguncang NTB sebulan terakhir sangat banyak. Selain memakan ratusan korba jiwa, ratusan ribu rumah masyarakat rusak, begitu halnya ratusan orang luka-luka.

Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diantipasi semua pihak yakni jangan sampai Sumber Daya Manusia (SDM) rusak karena hanya memikirkan recovery bangunan dan infrastruktur saja tanpa memikirkan mental masyarakat terutama anak-anak (generasi,red). Hal itu disampaikan Wakil ketua Komisi V DPRD NTB, HMNS Kasdiono.

Dia malah yakin bahwa SDM NTB akan merosot turun jika tidak segera diatasi atau recovery mental anak-anak korban gempa. Bagaimana tidak, anak-anak sudah takut masuk sekolah akibat gempa susulan terus terjadi. Hal itu akan berdampak pada rusaknya mental anak, ujung-ujungnya tidak berani sekolah lagi.

“Yang perlu dilakukan oleh kita semua yakni, bagaimana supaya anak-anak punya keyakinan dan keberanian masuk sekolah. Apa gunanya Recovery bangunan dan infrastruktur, tanpa bangun mental anak-anak yang sudah down akibat gempa,” ungkapnya, Senin (27/8).

Politisi partai Demokrat mengajak pemerintah dan semua pihak juga lembaga terkait untuk meyakinkan anak-anak bahwa meteka penuh keyakinan untuk kembali ke sekolah.

“Cucu saya aja takut bersekolah, buat apa bangunan megah kalau mental anak punah tidak mau bersekolah,” kata dia.

Dia mengatakan, tidak menantang pemerintah untuk recovery bangunan dan infrastruktur yang rusak menjadi lebih bagus, bertujuan orang yang menempati merasa nyaman. Namun, baginya semua itu harus berjalan seimbang antara recovery bangunan juga recovery mental anak-anak dengan memberikan pendampingan mental.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah sibuk keluarkan imbauan tanggal sekian masuk sekolah. Akan tetapi, tidak pernah memberikan jaminan keamanan terhadap anak-anak.

“Bagaimana kalau anak-anak masih takut masuk sekolah, terlebih mental mereka sudah down takut akan gempa,” cetusnya.

Bagaimana dengan peran BMKG selaku pemberi informasi akan gempa dan cuaca? Bagi Kasdiono, kalau melihat posisi BMKG, tidak bisa mempredeksi kapan gempa akan berakhir dan berapa kekuatan. Yang terpenting, semua pihak harus meyakinkan mental anak supaya tidak takut akan gempa dan mau bersekolah.

“Jangan lupa, pendidikan itu masih banyak korelasinya terhadap SDM kita di NTB. Orang tua anak-anak juga perlu diberikan pendampingan sapaya terus mendorong anaknya bersekolah,” tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button